News Ticker

Amnesty Internasional: PBB Harus Pastikan Keselamatan Warga Hodeidah

Amnesty Internasional Amnesty Internasional

YAMAN – Amnesty International dalam pernyataannya menyebut bahwa warga sipil di Hodeidah akan menjadi korban serangan militer, kecuali Dewan Keamanan PBB bertindak untuk melindungi warga sipil dan memastikan akses kemanusiaan penuh.

Amnesty menambahkan bahwa pertempuran di Hodeidah menghalangi akses ke gudang bantuan dan fasilitas kemanusiaan lainnya, serta lebih memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan bagi jutaan warga sipil Yaman.

Baca: Selain Menderita Gizi Buruk, Kini Balita Yaman ini Jadi Piatu

Pelabuhan Hodeidah sangat penting bagi negara yang bergantung pada impor untuk memenuhi 80% dari kebutuhan dasarnya itu. Amnesti sebelumnya telah memperingatkan bahwa gangguan serius terhadap operasi pelabuhan akan semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang paling buruk di dunia, dengan 14 juta orang, atau separuh penduduknya, berada dalam bencana kelaparan.

“Bom dan peluru telah menewaskan ribuan warga sipil di seluruh Yaman, sementara kejatuhan ke dalam krisis kemanusiaan terburuk di dunia telah menempatkan jutaan orang yang sudah tidak memiliki makanan sehat, berada diambang risiko kelaparan,” tegas Amnesty sebagaimana dikutip Yemen Extra, Sabtu (17/11).

“Semua negara, termasuk anggota tetap Dewan Keamanan seperti Amerika Serikat, Inggris dan Perancis, harus menghentikan aliran senjata yang digunakan dalam konflik serta melakukan segala daya untuk mencegah pelanggaran lebih lanjut,  jika tidak, mereka hanyalah bagian dari masalah. Dan mereka juga harus membuat jelas bahwa bahwa siapapun yang bertanggung jawab atas kejahatan perang di Yaman akan diadili”.

Baca: BIADAB, Koalisi Saudi Serang Minibus di Hodeida Yaman, 6 Orang Tewas

Seruan Amnesty pada Sekretaris Perdagangan Internasional Liam Fox untuk menghentikan ekspor senjata ke Arab Saudi telah menerima dukungan lebih dari 25.000 orang.

Rezim Saudi dan sekutunya meluncurkan kampanye mematikan terhadap Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya untuk menginstal kembali rezim mantan sekutu Riyadh dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah.

Perang dukungan Barat yang sejauh ini gagal mencapai tujuannya itu, telah, bagaimanapun, membatasi pengiriman bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan ke negara yang bergantung pada impor tersebut, menyebabkan wabah kolera massal dan kelaparan diseluruh negeri.

Salah satu target utama serangan Saudi adalah kota pelabuhan Hodeidah, pintu masuk 80 persen makanan dan pasokan bantuan negara dan juga baru-baru ini dikunjungi oleh Beasley.

Baca: Tentara Saudi Tembaki Demonstran Yaman di Al-Mahrah

“Pelabuhan itu harus dilindungi dengan segala cara,” kata Beasley, menambahkan bahwa “kami siap, jika perlu, jika semua pihak menginginkan, agar PBB mengambil alih kapasitas operasional pelabuhan. Kami siap untuk melakukan itu, kami tidak ingin melakukan itu, tetapi jika itu yang bisa kami lakukan, kami akan melakukannya. ”

Beasley direncanakan untuk menjelaskan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi kemanusiaan Yaman bersama Mark Lowcock, yang berfungsi sebagai kepala bantuan PBB, dan utusan Yaman Martin Griffiths Jumat depan. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: