News Ticker

Bendera Hijau, Siasat Baru Kelompok Pemberontak ‘Khilafah’

Bahayanya Khilafah

SURABAYA – Definisi awal Taqiyyah atau kamuflase berdasarkan akar katanya, berasal dari kata «وقاية» yang memiliki arti penjagaan diri, seseorang atau sesuatu dari gangguan dan bahaya musuh. Oleh karena itu pengertian taqiyyah adalah seseorang melakukan sebuah perbuatan sedemikian rupa sehingga dengan perbuatannya itu mencegah gangguan musuh terhadap jiwa, harta dan harga diri seorang muslim. Taqiyyah memiliki bentuk yang bermacam-macam, salah satu bentuknya adalah taqiyyah dari tekanan dan ancaman musuh.

Baca: Denny Siregar: Kelompok Khilafah Ingin Suriahkan Indonesia

Kamuflase atau taqiyah saat ini menjadi satu satunya cara licik mengelabui musuh-musuhnya siapa musuhnya? yakni orang yang dianggap bersebrangan dengan aliran dan pemikirannya atau bahkan pemerintah yang tidak pernah melegetimasi serta melisensi gerakannya bahkan membubarkannya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Viral gerakan sempalan baru dengan kalimat Tauhid bertuliskan di bendera berwarna hijau dengan arak-arakan yang membuat geli dijalanan itu adalah bagian dari kedok para pengasong khilafah yang terbentuk dari “Harokah damiyah” yaitu gerakan timur tengah yang dinisbatkan dengan gerakan darah dari pemberontak di Timur tengah yang memporakporandakan Yaman, Suriah dll. wajah dan ekspresi beda namun otak dan tujuan bahkan hakekatnya sama.

Baca: Denny Siregar: Pola Kudeta Hizbut Tahrir

Mengapa mereka melakukan taqiyah? Karena mereka ingin selamat dengan logika karena jika mereka menggunakan wajah aslinya maka akan babak belur terseret kejebakan melakukan kegiatan ormas terlarang dan menjadi pemberontak, unutuk mengantisipasi hal tersebut mereka Reinkarnasi berganti wujud yakni setelah digebuk hancur mati dan bangkit dengan wajah kedok baru agar selamat.

Mereka yang meneriakan dan mentahbiskan diri sebagai mujahid-mujahid perang “lil ilai kalimatillah” tidak lain hanyalah kelompok yang haus kekuasaan dengan cara licik dan halus bahkan anarkis, dan kadang tidak masuk akal lihat moncong molotov yang diarahkan pada warga sipil di Suriah sebelun ditembakkan terdengar menggelegar Allohu akbar kalimat Lailaha llalloh berkibar terus dengan sulutan api peperangan, sangat mengerikan bukankah kini sebagian Negara di Timur Tengah hancur berkeping-keping karena provokasi kalimat Tauhid dan dengungan takbir yang dijadikan kedok aksi-aksi jahatnya.

Baca: Ganti Presiden, Jebakan Demokrasi Ala Kelompok Radikal

Fenomena ini mulai muncul sporadis di Indonesia dikuatkan dengan dai yang tak jelas sanad gurunya menggaungkan dan menggiring kebencian dan provokasi di mimbar-mimbar khotbah dan majlisnya dengan menyatakan “tidak ada hukum selain hukum Allah” seperti yang dikatakan oleh pembunuh sebelum membunuh para khalifah, maka Imam Ali berkata apa yang mereka katakan adalah kalimat benar seperti seakan membela hukum Allah, jihad fisabilillah, dan keadilan Tuhan, namun kenyataannya mereka hanya menggunakannya untuk kebathilan dan merealisasikan ambisi kekuasaan, membunuh dan mengadu domba.

Namun pemerintah dan masyarakat sudah cerdas dengan kedok apapun mereka bendera hitam,putih apalagi hijau adalah kamuflase belaka dengan sendirinya terkuliti dan lumat seperti pisang masak oleh hukuman pemerintah dan hukuman sinis pandangan moralitas bangsa indonesia, tanpa dihancurkan akan hancur dengan sendirinya tanpa ditolak akan tertolak sendirinya karena Allah SWT mboten sare. Dan yang perlu dipahami ini negara para wali karena wasilah Tuhan untuk menyelamatkan dan merahmati.

Baca: Denny Siregar: Ayo Bangkit Lawan Kelompok Radikal

Yang harus dilakukan oleh para generasi yang pandai menulis dan mendskripsi tulisan terus berikan jawaban dan pemahamam Islam damai menjadi solusi jawaban atas kebingungan masyarakat terhadap tipu daya radikalis dan Teroris yang berkedok dengan menggunakan ayat suci dan kalimat Tauhid agar mereka tidak ikut hanyut terjerembab dalam kelompok dan persekongkolan mereka dan sesat dikemudian hari.

Bagi aparat harus tegas dan jitu, karena mereka dalam keicikanya akan menggunakan jurus play fictim yankni jika di keras maka mereka mengatakn kriminalisasi dan jika dibakar maka penistaan Agama, jika tidak ditindak maka merasa benar jare wong jowo BLARAH, terus bagaimana ya ditindak saja dengan ketegasan sesuai protap dan hukum yang berlaku beres, karena negara tidak boleh kalah dengan kekuatan ormas pemberontak, dan harus ditumpas sampai akarnya.

Baca: Denny Siregar dan Siasat Pemerintah Sikat Kelompok Anti Pancasila-NKRI

Sekali lagi jangan kena tipu tipu oleh warna bendera, intinya tetap satu tujuan mereka memberontak dan menegakkan KHILAFAH. kita selamatkan anak cucu dan NKRI dari bahaya kejahatan mereka. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Abdulloh Faizin

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: