News Ticker

Kepala WFP Sampaikan Kondisi Mengerikan Anak-anak Yaman akibat Perang

Perang Yaman Anak Yaman menderita malnutrisi parah

NEW YORK – “Rasanya seperti menggelitik hantu,” demikian pernyataan yang diungkapkan dengan putus asa oleh Direktur Eksekutif Program Pangan Dunia PBB, David Beasley, setelah kembali dari kunjungan tiga harinya ke Yaman, ia melihat sendiri penderitaan yang harus dialami anak-anak Yaman.

Berbicara kepada wartawan di New York pada hari Jumat, kepala badan pangan PBB itu menggambarkan perjalanannya dengan kenyataan yang sangat mengerikan.

Baca: WFP: 12 Juta Warga Yaman Diambang Kelaparan Terburuk dalam 100 Tahun

Ia menceritakan pengalamannya ketika mencoba membuat tersenyum seorang pasien anak di rumah sakit yang sudah kewalahan menampung anak-anak kekurangan gizi di ibu kota Yaman, Sana’a.

Pejabat PBB itu juga mengatakan kepada wartawan tentang kesaksian mengerikan yang diberikan oleh seorang dokter di rumah sakit yang mengatakan bahwa “setiap hari sekitar 50 anak dibawa kepada kami,” menambahkan, “Kami terpaksa mengembalikan 30 diantara mereka pulang dalam kondisi meninggal dunia. Kami hanya mampu menolong 20 (diantaranya).”

Nasib seorang bayi laki-laki berumur delapan bulan adalah kisah lain yang diceritakan oleh kepala pangan PBB itu. Bayi tersebut hanya membebani sepertiga dari berat normalnya dan dibawa ke rumah sakit setelah ibunya harus berkendara ratusan kilometer dan melalui pos-pos pemeriksaan militer.

Baca: Abdulmalik Houthi: Koalisi Saudi Berusaha Ciptakan Bencana Kelaparan demi Kuasai Yaman

“Bocah kecil itu meninggal kemarin,” katanya.

Rezim Saudi dan sekutunya meluncurkan kampanye mematikan terhadap Yaman sejak Maret 2015 dalam upaya untuk menginstal kembali rezim mantan sekutu Riyadh dan menghancurkan gerakan Houthi Ansarullah.

Perang dukungan Barat, yang sejauh ini gagal mencapai tujuan yang dinyatakannya itu, telah, bagaimanapun, membatasi pengiriman bantuan kemanusiaan berupa makanan dan obat-obatan ke negara yang bergantung pada impor tersebut, menyebabkan wabah kolera massal dan kelaparan diseluruh negeri.

Baca: PBB: Langkah Penting Harus Diambil untuk Cegah Kelaparan Besar-besaran di Yaman

Salah satu target utama serangan Saudi adalah kota pelabuhan Hodeidah, pintu masuk 80 persen makanan dan pasokan bantuan negara dan juga baru-baru ini dikunjungi oleh Beasley.

“Pelabuhan itu harus dilindungi dengan segala cara,” kata Beasley, menambahkan bahwa “kami siap, jika perlu, jika semua pihak menginginkan, agar PBB mengambil alih kapasitas operasional pelabuhan. Kami siap untuk melakukan itu, kami tidak ingin melakukan itu, tetapi jika itu yang bisa kami lakukan, kami akan melakukannya. ”

Beasley direncanakan untuk menjelaskan kepada Dewan Keamanan PBB mengenai situasi kemanusiaan Yaman bersama Mark Lowcock, yang berfungsi sebagai kepala bantuan PBB, dan utusan Yaman Martin Griffiths Jumat depan. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: