News Ticker

Eko Kuntadhi: Jokowi Presiden Orang Biasa

Jokowi presiden rakyat Jelata Jokowi presiden rakyat Jelata

JAKARTA – “Muhammadiyah ini hebat punya banyak sekolah dan kampus unggulan,” ujar Jokowi pada sebuah acara bersama pengurus Muhammadiyah. “Kampusnya tersebar dimana-mana.”

Lalu Presiden melanjutkan pidatonya. “Ini informasi saja ya. Bu Jokowi dulu juga mahasiswi Muhammadiyah. Tapi gak selesai. Baru semester enam sudah saya ajak nikah,” ujar Presiden.

Tawa hadirin pecah. Terlihat wajah Bu Iriana yang semu kemerahan.

Ungkapan yang apa adanya. Disampaikan di sebuah forum intelektual. Jokowi tidak perlu menutupi latar belakang keluarganya. Dia terbuka. Sebab memang ia lahir dari rakyat. Dari rahim kaum jelata.

Baca: Jokowi Pemimpin ‘NDESO’ yang Cerdas, Sederhana dan Merakyat

Banyak pemimpin besar yang mencoba mengelabui sejarah masa lalunya. Hanya karena mereka tidak ingin rakyat tahu, bahwa sebetulnya dulu dia hidup biasa-biasa saja. Biasanya pengelabuan itu dengan menambah-nambah kisah masa lalu atau bahkan menghilangkan sama sekali.

Saya pernah membaca buku tentang Presiden Marcos di Philipina. Dia sebetulnya lahir dari rakyat biasa, tetapi demi menjaga citranya sebagai orang besar, Marcos memanipulasi biografinya dengan menambahkan kisah-kisah lain yang seolah ingin berkata, keluarganya memang kalangan elit.

Atau bagaimana Soeharto membangun persepsi bahwa ia masih keturunan raja Jawa. Padahal ayah dan ibunya hanya seorang petani. Tapi waktu itu, gak banyak orang tahu siapa orang tua Soeharto.

Baca: Jokowi Presiden Rakyat, Suara Rakyat Suara Kejujuran

Hitler juga sama. Dia tidak ingin dunia tahu siapa bapaknya. Atau bagaimana Anwar Sadat di Mesir mengelabui sejarah dengan mengaburkan latar belakang keluarganya.

Kenapa rata-rata pemimpin besar dan diktator seperti itu? Sebab mereka merasa dirinya yang besar dan berkuasa tidak pantas punya sejarah yang biasa saja. Kebesaran itu harus ditunjang juga dengan kebesaran masa lalu. Juga kebesaran pasangannya.

Ah, tidak demikian dengan Jokowi. Dia dengan santai mengisahkan istrinya yang tidak selesai kuliah karena keburu diajak nikah.

Baca: Politik Cerdas Jokowi Amankan NKRI

Apakah informasi itu merusak citranya? Tidak. Jokowi adalah orang biasa dengan talenta dan optimisme yang luar biasa. Dia anak seorang lelaki yang hidup dari membuat mebel. Dia anak seorang tukang kayu.

Justru sebagai orang biasa dengan latar belakang biasa, seperti kebanyakan kita, kini dia bisa menempati posisi terhormat sebagai Presiden.

Istrinya? Mahasiswi Universitas Muhammadiyah yang tidak selesai kuliah.

Ah, orang biasa ini. Lahir dari rakyat biasa. Membuka ruang baru kepada siapa saja bahwa inilah Indonesia baru. Siapapun kamu, apapun latar belakang kamu, tidak akan menjadi penghalang untuk menjadi Presiden di negeri ini. Kekurangan kita sekarang bukan penghalang untuk meraih sukses di masa depan.

Jokowi pendobrak bahwa hanya orang dari lingkungan elit yang bisa menaiki tangga kekuasaan. Dia buktikan. Rakyat kecil yang rumahnya pernah digusur. Yang pernah gagal memasuki SMU favorit, ternyata bisa jadi seorang Presiden.

Baca: Jokowi: Budayawan Bilang Saya Presiden Ndeso

“Mas, Pak Jokowi itu memberi harapan saya mungkin nanti anak pedagang minyak telon oplosan bisa jadi presiden Indonesia,” ujar Abu Kumkum. Saya hanya tersenyum

“Kok, sudah mikirin anak Kum. Syarat punya anak itu, ya punya istri dulu. Istrinya aja belum ada sudah ngarep punya anak,” jawab Bambang Kusnadi. Abu Kumkum cuma nyengir. Bambang Kusnadi memang kejam. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Eko Kuntadhi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: