News Ticker

Amnesty Internasional: Saudi Siksa Tahanan Politik secara Brutal

Penjara Arab Saudi Penjara Arab Saudi

LONDON – Amnesty International mengatakan bahwa tahanan politik dan aktivis pro-demokrasi yang ditahan di Arab Saudi menghadapi pelecehan seksual, penyiksaan dan berbagai macam perlakuan sewenang-wenang lainnya selama interogasi, sebagai bagian dari tindakan keras Putra Mahkota Mohammed bin Salman terhadap para pembela hak asasi manusia dan intelektual yang terus berlanjut di kerajaan konservatif itu.

Baca: Tahanan Saudi Ungkap Siasat Riyadh Tebar Terorisme di Yaman

Kelompok hak asasi yang bermarkas di London tersebut mengatakan dalam sebuah laporan bahwa menurut kesaksian dari tiga orang yang dikumpulkannya, beberapa aktivis yang ditahan “berulang kali disiksa dengan disetrum listrik serta dicambuk” hingga menyebabkan beberapa diantara mereka “tidak dapat berjalan atau berdiri dengan baik lagi.”

Amnesty International lebih lanjut mencatat bahwa dalam satu contoh yang dilaporkan, seorang aktivis digantung terbalik, dan menurut kesaksian lain, seorang tahanan wanita dilaporkan mengalami pelecehan seksual, oleh interogator yang mengenakan masker wajah.

Baca: Ulama Saudi Disiksa Sampai Mati di Penjara

Lebih lanjut dikatakan bahwa para pembela hak asasi manusia yang ditahan, termasuk sejumlah wanita, tidak dapat berjalan atau berdiri dengan benar, tangan mereka bergetar dengan tidak terkendali, dan  tubuh mereka terdapat banyak lebam. Salah satu aktivis dilaporkan berusaha bunuh diri berulang kali di dalam penjara.

“Hanya beberapa minggu setelah pembunuhan kejam Jamal Khashoggi, laporan penganiayaan yang mengejutkan ini, pelecehan seksual dan bentuk-bentuk perlakuan sewenang-wenang lainnya, jika diverifikasi, mengungkap pelanggaran HAM yang lebih keterlaluan oleh pemerintah Saudi” ujar Direktur penelitian Amnesty International di Timur Tengah, Lynn Maalouf.

Baca: Protes Karena Tak Digaji, 49 Pekerja Saudi Justru Dipenjara

Ia menambahkan, “Otoritas Saudi secara langsung bertanggung jawab atas kesejahteraan para wanita dan pria ini dalam tahanan. Mereka tidak hanya telah merampas kebebasan mereka selama berbulan-bulan, hanya karena mereka berusaha mengekspresikan pandangan mereka secara damai, mereka (otoritas Saudi) juga menargetkan para tahanan dengan penderitaan fisik yang mengerikan”. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: