News Ticker

Houthi Serukan Warga Yaman Lawan Agresi Biadab Saudi-AS dan Teroris

Abdul Malik Houthi Houthi Ansarullah

SANA’A – Pemimpin gerakan Houthi Ansarullah Yaman mengatakan bahwa negaranya sekarang berada pada “tahap yang penting dan menentukan” dalam perang melawan agresi militer yang dipimpin Saudi. Agresi yang merupakan “serangan tidak adil yang sedang menargetkan martabat nasional, identitas dan kedaulatan” negara Arab yang penuh konflik tersebut.

Di hadapan para pendukungnya melalui pidato siaran televisi langsung dari ibu kota Yaman, Sana’a, pada Selasa malam (20/11), Abdul-Malik Houthi mengatakan bahwa bangsa Yaman berhak membela diri dalam menghadapi agresi yang dipimpin Saudi, selain hak kebebasan dan kemerdekaan.

Baca: Asal Usul Krisis Yaman, Peran Barat dan Negara-negara Teluk

Ia menggambarkan para pemuda Yaman sebagai harta negara, menekankan bahwa musuh berusaha melemahkan keyakinan, kesadaran, kehormatan, dan semangat mereka.

Ia memperingatkan para pemuda Yaman bahwa AS, sekutu regionalnya dan para pejabat korup bertujuan untuk menyerang nilai-nilai mereka untuk menciptakan kendali atas mereka.

Pemimpin Houthi itu lebih lanjut menekankan bahwa kemunafikan itu menghilangkan bobot dan kekayaan negara-negara Muslim, dan membuat hegemoni dan arogansi Amerika di tingkat global.

Baca: Atwan: Arab Saudi Tak Akan Pernah Menang dalam Perang Yaman

Ia mengatakan bahwa perang Saudi atas Yaman, yang didukung oleh AS, menunjukkan dukungan Washington untuk kelompok teroris takfiri.

Pemimpin Ansarullah itu juga mengecam upaya sejumlah negara Teluk Persia, terutama Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, untuk menjalin hubungan diplomatik dengan Israel, menekankan bahwa masalah Palestina adalah masalah besar bagi rakyat Yaman.

Baca: VIDEO: Wajah Perang Yaman yang Terlupakan

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan kampanye militer yang menghancurkan terhadap Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintahan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan populer Houthi Ansarullah.

Menurut sebuah laporan baru oleh Lokasi Konflik Bersenjata dan Proyek Data Peristiwa (ACLED), sebuah organisasi penelitian konflik nirlaba, perang yang dipimpin Saudi sejauh ini telah merenggut nyawa sekitar 56.000 warga Yaman, namun menurut data dari para aktivis Yaman, jumlah kematian akibat serangan Saudi jauh lebih tinggi dari angkat tersebut. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: