News Ticker

Dunia Kecam Aksi Bom Bunuh Diri Saat Maulud Nabi di Kabul

Korban Bom Kabul Korban Bom Kabul

WASHINGTON – Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa, Uni Eropa, Qatar, Pakistan, Iran dan negara-negara lain mengutuk pemboman pengecut yang dilancarkan di sebuah majlis keagamaan hingga menewaskan sedikitnya 50 orang dan melukai puluhan lainnya.

Lima puluh orang tewas dan 72 lainnya luka-luka dalam ledakan yang menargetkan pada pertemuan yang menandai Kelahiran Nabi Muhammad SAW di ibukota Kabul pada Selasa malam (20/11).

Baca: 50 Orang Lebih Tewas oleh Bom Bunuh Diri Teroris Saat Perayaan Maulud Nabi di Afghanistan

“Kami menyampaikan belasungkawa kami yang terdalam kepada keluarga dan teman-teman para korban. Tindakan yang tidak tahu malu ini  terjadi ketika orang-orang Afghanistan bersiap untuk merayakan Milad Nabi dalam damai, dan ini mengungkapkan kepengecutan dan kekejaman mereka (penyerang) yang mengabadikan kekerasan di Afghanistan, ”kata Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS, Heather Nauert.

Di markas besar PBB di New York, para anggota Dewan Keamanan mengutuk dalam istilah terkuat serangan teroris “keji dan pengecut” tersebut.

Baca: Kenapa Semua Serangan Bom Bunuh Diri Pelakunya Wahabi?

Mengekspresikan simpati dan belasungkawa terdalam mereka kepada keluarga para korban dan kepada pemerintah Afghanistan, Dewan Keamanan PBB menegaskan kembali bahwa terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya merupakan salah satu ancaman paling serius bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Menggarisbawahi kebutuhan untuk menahan pelaku, penyelenggara, pemberi dana dan sponsor dari tindakan terorisme ini dan meuntut tanggung jawab mereka dann membawa mereka ke pengadilan, Dewan Keamanan berkomitmen menegaskan kembali bahwa setiap tindakan terorisme adalah kriminal dan tidak dapat dibenarkan, terlepas dari motivasi mereka, di mana saja, kapan saja dan oleh siapa pun..

Dalam sebuah pernyataan terpisah, Sekretaris Jenderal PBB mengecam keras serangan yang ditujukan pada orang-orang Afghan yang berkumpul di Kabul untuk merayakan Maulud.

Baca: Pelaku Bom di Seluruh Dunia Hingga Bangil adalah Wahabi

“Penargetan yang disengaja terhadap warga sipil adalah pelanggaran yang jelas terhadap hukum humaniter internasional. Setiap upaya harus dilakukan untuk membawa pelaku ke pengadilan, ”kata pernyataan yang dikutip oleh Juru Bicara Sekretaris Jenderal.

“Sekretaris Jenderal menyampaikan simpati dan belasungkawa terdalam kepada keluarga korban dan pemerintah Afghanistan. Ia berharap pemulihan cepat untuk mereka yang terluka, ”kata juru bicara.

Dalam sebuah pernyataan, EU juga dengan tegas mengecam serangan teroris dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga serta  teman-teman dari mereka yang telah kehilangan orang yang mereka cintai dan berharap pemulihan cepat bagi mereka yang terluka.

“Rakyat Afghanistan pantas mendapatkan perdamaian dan keamanan yang langgeng bahwa mereka telah lama menuntut, Uni Eropa akan terus bekerja tanpa lelah untuk mewujudkannya,” tambah pernyataan itu.

Baca: Eko Kuntadhi: Teror Bom di Mesir Akibat Wahabi dan Kelompok Radikal Dibiarkan

Pakistan juga mengecam pemboman pengecut yang ditujukan pada pertemuan agama yang merayakan peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw tersebut.

“Kami juga menyampaikan simpati yang dalam dan belasungkawa tulus kepada keluarga dan teman-teman dari mereka yang telah kehilangan nyawa dan berdoa agar yang terluka,” kata pernyataan itu.

Qatar dan Iran dengan tegas mengutuk serangan teroris yang tidak manusiawi dan biadab di Kabul dan memberikan belasungkawa tulus kepada anggota keluarga para korban serta mengharapkan pemulihan secepatnya bagi yang terluka.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Iran, Bahram Qasemi menyatakan solidaritas dengan bangsa Afghanistan dan pemerintah serta keluarga korban kejahatan, baik kejahatan terampuni dan kejahatan yang tak terampuni, kata laporan media. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: