News Ticker

Saksi Mata Bom Kabul: Ini Sangat Brutal dan Barbar

Bom Kabul Bom Kabul

KABUL – Perkembangan terbaru dari jumlah korban tewas dalam serangan bunuh diri di dalam ruang perjamuan Kabul yang menjadi tempat berkumpulnya para ulama untuk memperingati Maulud Nabi, telah meningkat menjadi 55, dengan pihak berwenang mengatakan 94 lainnya luka-luka.

Serangan hari Selasa di Istana Pernikahan Uranus, tempat orang-orang berkumpul untuk merayakan Maulud Nabi Muhammad SAW itu adalah salah satu serangan paling mematikan yang terjadi di Afghanistan tahun ini.

Baca: 50 Orang Lebih Tewas oleh Bom Bunuh Diri Teroris Saat Perayaan Maulud Nabi di Afghanistan

Serangan ini mengundang kecaman luas di negara itu dan di luar negeri, dengan PBB menggambarkannya sebagai “sebuah kekejaman”.

Pada hari Rabu pagi, petugas kebersihan mulai bekerja di ruangan luas tempat pembantaian itu terjadi. Mereka membersihkan turban, sandal, kursi terbalik, dan pecahan kaca yang masih berserakan di lantai.

“Itu benar-benar mengerikan, orang-orang tewas dan terluka, berlumuran darah dan potongan daging berserakan,” ujar Ahmed Fareed, 40 tahun, kepada kantor berita AFP, ia terbaring di tempat tidur rumah sakit dengan cedera kaki dan bahu.

Baca: Dunia Kecam Aksi Bom Bunuh Diri Saat Maulud Nabi di Kabul

“Temanku dan putra kecilnya juga ada di sampingku, berlumuran darah dan tidak bergerak,” tambahnya.

Di sekitar Fareed berserakan jasad orang-orang berlumuran darah yang telah terkena kekuatan penuh dari ledakan bom bunuh diri itu dimana mungkin karena mereka nyawanya bisa terselamatkan.

Menurut seorang yang selamat, Obaidullah, keamanan di aula pernikahan termasuk pencarian mayat oleh penjaga bersenjata diikuti dengan pemeriksaan fisik oleh beberapa mahasiswa agama.

Baca: Ketum Pagar Nusa NU Kutuk Aksi Teror Bom Bunuh Diri di Kampung Melayu

“Kami melihat serangan terhadap pelajar, masjid, klub olahraga dan tempat-tempat sipil lainnya,” kata Ali Mashal, seorang mahasiswa Afghanistan kepada Aljazeera. “Kali ini mereka menargetkan tokoh-tokoh agama kami. Ini sangat brutal dan biadab.”

Meskipun belum ada klaim tentang siapa yang bertanggung jawab, Kepala Eksekutif Afghanistan Abdullah Abdullah menuding Thaliban berada dibelakang semua ini.

“Apakah mereka menyangkalnya atau tidak, mereka telah menciptakan lingkungan semacam itu, mereka bertanggung jawab atas kekerasan ini,” kata Abdullah kepada AFP dalam sebuah wawancara di Paris. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: