News Ticker

Menristekdikti Pecat Dosen Radikal

Menristekdikti Menristekdikti

JAKARTA – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir meminta kepada para dosen yang dinyatakan terpapar radikalisme untuk memilih dibina atau dikeluarkan dari posisinya sebagai abdi negara.

Baca: Manuver Saudi Mengubah Indonesia Jadi Sarang Wahabi Radikal

“Kalau dibina maka harus kembali ke NKRI, tapi kalau tidak maka harus keluar dari jabatannya sebagai seorang aparatur sipil negara (ASN),” ujarnya ditemui usai menjadi pembicara diskusi yang digelar Forum Merdeka Barat 9 di Kantor Gubernur Jawa Timur Jalan Pahlawan Surabaya, Kamis.

Baca: BIN Sebut Ada 7 PTN Terpapar Paham Radikal

Ia mengaku telah menerima informasi dari Badan Intelijen Negara (BIN) yang menyampaikan adanya catatan tujuh perguruan tinggi negeri terpapar radikalisme.

Menurut dia, masalah di perguruan tinggi tersebut sudah ditugaskan ke seluruh rektor untuk melakukan “profiling” terhadap dosen dan mahasiswa yan terpapar radikalisme.

Baca: BIN: 41 Masjid Pemerintah Terpapar Radikalisme

“Sejak 2017 sudah dilakukan dan memang ditemukan ada beberapa mahasiswa maupun dosen,” ucap menteri kelahiran Ngawi, Jawa Timur, tersebut.

Kemenristekdikti, kata dia, juga telah mengakui terdapat beberapa dosen yang sudah dibina, antara lain di Semarang, Surabaya, Bandung dan Solo dan beberapa daerah lainnya.

Baca: Proyek Wahabi di Sekolah dan Kampus

“Setelah dibina, mereka menyatakan ikrar dan menandatangani pakta integritas untuk kembali ke NKRI. Mereka itu ASN yang digaji negara, lha kok mau merongrong NKRI. Sekali lagi, kalau tidak mau dibina maka silakan keluar,” katanya. (ARN/WartaEkonomi)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: