News Ticker

Netizen Bongkar Siapa Sugi Nur Rahardja ‘Ustadz Karbitan’

Sugi Nur Rahardja Sugi Nur Rahardja

JAKARTA – Akun Facebook Winston Zippi Johannes memuat sebuah tulisan tentang profil Sugi Nur Rahardja yang telah ditetapkan menjadi tersangka oleh polisi terkait penghinaan kepada NU dan Banser. Dalam ulasannya Winston menyebutkan bahwa Sugi Nur ustadz karbitan yang tidak layak disebut pendakwah

Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur akhirnya ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus pencemaran nama baik PBNU. Sugi terancam hukuman penjara 4 tahun dan polisi telah melakukan pencekalan terhadap Sugi, dengan tujuan agar tersangka tidak kabur.

Baca: Sugi Nur Diperiksa Polda Jatim Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik

Sangat lucu dan menggelitik mencermati kebohongan demi kebohongan yang terus dipupuk oleh lelaki yang pernah mencap rezim Presiden Jokowi sebagai kafir ini, dan juga kebodohan orang-orang yang mengamini omongan mantan tukang obat jalanan ini.

Awalnya, nama pendakwah muda karbitan ini mulai mencuat sejak kemunculannya pertama kali lewat media sosial Youtube, dimana ia kerap memposting video menyerang dan mencaci maki pemerintah.

Ia juga sering meyebut-nyebut dirinya sebagai seorang “Gus” (sebuah sebutan bagi anak-anak kyai yang berilmu tinggi).

Menurut informasi yang beredar, makhluk primata ini mendapat gelar Gus setelah sering membawa jamaah Ziarah Wisata ke makam orang-orang shaleh di sepanjang pantura.

Baca: Abu Janda Ungkap Sugi Nur Rahardja Hina Polisi

Meski ia terang-terangan mengaku tidak bisa membaca Alquran, namun anehnya, mantan Tukang obat keliling ini justru kerap mendapat panggilan ceramah. Bahkan ia sempat menggarap pasar TKW yang haus agama hingga ke Hongkong.

Sugi Nur Rahardja lahir di Bantul. Ia mengaku bapaknya bernama Tomi Susanto, seorang pemain debus berilmu hitam yang juga (katanya) preman Malioboro.

Lelaki yang tidak selesai sekolah dan hanya sampai kelas 5 SD ini kerap mengaku bersekolah di jalanan hingga besar.

Tidak ditemukan sama sekali jejak kesantrian atau rekam jejak dimana Sugi Nur Rahardja pernah memperdalam ilmu agamanya.

Ditambah sifat serta ucapannya yang mudah sekali melaknat orang lain dan kerap mencaci-maki orang lain. Ini adalah indikasi bahwa orang ini tak pernah mengenyam pendidikan agama, terutama adab dalam beragama.

Padahal Agama Islam sangat mengedepankan adab, Seseorang bahkan akan dianggap percuma hafal Al Qur’an bila tidak memiliki adab yang baik kepada orang lain.

Adab merupakan bentuk budi pekerti paling tinggi yang seharusnya dimiliki oleh orang-orang yang mengaku paham agama.

Baca: HEBOH! Video Sugi Nur Raharja Hina Menag dengan Kata-kata Sarkas

Kenapa? Karena jika seseorang semakin tinggi ilmu agamanya, maka ia akan semakin rendah hati.

Bukti lain bahwa dia tidak mengenyam pendidikan agama adalah kemarahannya meledak-ledak. Hanya karena ada yang berkomentar dirinya “tidak pantas disebut Gus”.

Namun, yang lebih jahat lagi adalah sekelompok orang yang mengorbitkan Sugik.

Mantan tukang jual obat keliling ini dipaksa untuk terus mengulang kebohongannya hingga ia sendiri kehilangan titik dimana tidak tahu lagi mana ucapannya yang benar dan mana ucapannya yang Bohong.

Uniknya, kebohongan-kebohongan Sugik ternyata disukai oleh media-media tukang pelintir dan para produsen kebencian.

Para pendorong utama dibelakang Sugi Nur paham betul memanfaatkan sentimen anti pemerintah yang saat ini melanda banyak orang. Sosok Sugi Nur dijual sebagai sosok anti pemerintah serta “agamawan” yang vokal.

Yang lebih memuakkan lagi, Sugik kini kerap diposisikan sebagai seorang Alim Ulama Islami. Ini adalah pembohongan publik yang sulit dimaafkan.

Sugik ini bentuk contoh representasi dari sebagian masyarakat Indonesia yang saat ini Haus akan belaian agama hingga menelannya mentah-mentah.

Orasi-orasinya hanyalah sesuai isi hatinya dan emosi pribadinya. Karenanya dapat dipastikan ia bukanlah ulama, sebab seorang ulama pasti akan menjaga ucapannya.

Rasul SAW pernah mengingatkan umatnya dengan sabdanya: “Ketika amanah (agama) dipasrahkan kepada orang yang bukan ahlinya, maka tunggulah masa kehancurannya.”

Kini semakin banyak masyarakat awam yang mengundangnya untuk mengisi ceramah, khususnya para TKI Taiwan dan Hongkong.

Maka bisa dibayangkan, betapa hancurnya syariat Islam ketika dipasrahkan kepada orang-orang semacam Sugik ini. Sugik kini telah menjadi tersangka setelah menyerang PBNU dengan mengatakan sebagai pelacur agama.

Padahal justru dialah sesungguhnya yang telah menjadi pelacur Agama selama ini. Orang yang membaca Alquran saja masih belepotan kok nekat bikin pesantren. Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kasus ini. Dan semakin banyak yang sadar bahwa Sugi Nur Rahardja bukanlah ulama, dan amat tidak pantas dijadikan panutan. (ARN)

Iklan

3 Comments on Netizen Bongkar Siapa Sugi Nur Rahardja ‘Ustadz Karbitan’

  1. Sertifikasi dai/ustad sdh tdk bisa ditunda2 lg. Dakwah agama cm jd ajang caci maki kl org tak berilmu spt dus nur ini dibebaskan berkeliaran ceramah ngawur di mana2.

  2. Apa tidak ada perangkat, baik formal maupun non format untuk mengakhiri gerak Sugik ini? Ia bukan pembangun atau memperbaiki umta, namun sebagai perusak dan penghancur moral bangsa

  3. Orang susah itu mah.
    Nyari makan modal ngibul doank.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: