PBB: Israel Tingkatkan Pelanggaran di Wilayah Udara Lebanon

Jet Tempur Israel
Jet Tempur Israel

NEW YORK – Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon mengatakan bahwa pelanggaran udara Israel meningkat tajam dengan hampir setiap hari melintas di wilayah udara Libanon. Mereka mendesak rezim itu untuk menghentikan kegiatan ilegalnya.

Sekjen PBB Antonio Guterres mengutip laporan oleh Pasukan Interim PBB di Lebanon (UNIFIL), yang diperdebatkan secara tertutup oleh Dewan Keamanan pada hari Kamis (22/11).

Baca: Polisi Wanita Israel Tembak Seorang Pria Palestina untuk Bersenang-senang

“Militer Israel meningkatkan pelanggaran sebesar 35 persen dari Juli hingga 24 Oktober, melakukan “550 pelanggaran udara, total 2.057 jam terbang,” bunyi laporan itu.

“Kendaraan udara tak berawak melakukan 481 kali (87%) dari pelanggaran ini, dengan pelanggaran lain melibatkan jet tempur atau pesawat tak dikenal”, bunyi laporan itu lebih lanjut, mendesak “penghentian segera semua pelanggaran tersebut”.

Pesawat Israel telah menyusup ke langit Lebanon hampir setiap hari sejak 2006, ketika rezim itu menarik diri dari selatan negara itu setelah melancarkan perang yang menghancurkan.

Baca: Diancam Israel, Badan PBB untuk Palestina Suarakan Keprihatinan

Pelanggaran udara tersebut juga bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan 1701 yang menetapkan gencatan senjata untuk mengakhiri perang.

Tel Aviv telah meningkatkan serangan sejak 2011, ketika Suriah dilanda militansi dan terorisme yang luar biasa, didukung oleh pemain internasional dan regional, termasuk Israel.

Baca: James Fetzer: Trump Budak Zionis Israel

Serangan udara telah menargetkan pertahanan Suriah serta pasokan senjata yang ditujukan untuk gerakan perlawanan Hizbullah Lebanon, yang telah membantu Damaskus menghadapi kekerasan.

Tentara Suriah menembak jatuh jet Israel pada bulan Februari dalam salah satu insiden paling serius yang menargetkan Israel karena telah terus menerus melanggar wilayah udara Lebanon untuk menyerang Suriah. (ARN)

About Arrahmahnews 26656 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.