News Ticker

Turki: AS Rubah Perbatasan Irak-Suriah Jadi ‘Laboratorium Terorisme’

  • Eggi Sudjana
  • Pancasila Vs Khilafah
  • Seorang wanita dirawat di RS karena keracunan gas
  • Kos Pemilik Bom Bangil
  • #Hijrah Berjamaah
  • Opini: Amien Rais dan Mimpi People Power Ala Khilafah
  • Brigade Muslim Indonesia (BMI)
Helikopter AS Helikopter AS

ANKARA – Amerika Serikat telah mengubah perbatasan Suriah-Irak menjadi “laboratorium terorisme”, Menteri Dalam Negeri Turki Suleiman Suwailo mengatakan pada hari Jum’at (23/11).

Dalam pidato pada Simposium Keamanan Ketiga, yang diselenggarakan oleh Akademi Kepolisian Negara di bagian selatan Antalya, Suwailo mengatakan bahwa AS membuat kesepakatan dengan para teroris tentang berbagi minyak dari sumur di sepanjang perbatasan Irak-Suriah. Dan menambahkan “AS telah mengubah perbatasan Irak-Suriah menjadi laboratorium untuk terorisme”, seperti dilansir Almaalomah (23/11).

Baca: Suriah Lakukan Operasi Perdagangan Senjata Teroris di Barzeh

Menteri Dalam Negeri Turki menekankan bahwa hampir 94 persen dari mereka yang kehilangan nyawa akibat terorisme, adalah warga dari negara-negara Timur Tengah, Afrika Utara, Asia Selatan, dan Afrika sub-Sahara.

Suwailo juga mengulas kesulitan dan tantangan yang dihadapi negaranya, dan mengatakan bahwa Turki menjadi tuan rumah bagi 3,5 juta warga Suriah yang mengungsi ke wilayahnya.

Baca: Lavrov: Militer Amerika Tidak Akan Tinggalkan Suriah

Dia menambahkan bahwa pasukan keamanan Turki telah menyita 234.434 imigran sejak awal tahun ini saja. Dan menegaskan bahwa polisi Turki telah melakukan 127 ribu operasi anti narkoba dan 109.737 operasi anti-terorisme, pada 2018. Turki sendiri telah menyita 16 persen perdagangan narkoba dunia pada tahun ini, katanya. (ARN)

Iklan
  • Cuitan Eko Kuntadhi
  • Prabowo Bukan Mulsim yang Taat
  • Teddy Gusnaidi “Agnes Monica, Diantara ISIS dan Hizbut Tahrir”
  • Tax Ratio
  • Cuitan Gus Nadir
  • Tulisan Pedas Iyyas Subiakto "Mafia Pilpres"
  • Jokowi Resmikan Tol Kertasura-Sragen

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: