Polisi: Negara Merugi, Diduga Dana Kemah Pemuda Islam di Mark-Up

Dikrimsus Polda Metro

JAKARTA – Polisi menduga bahwa penggunaan anggaran acara kemah dan apel Pemuda Islam Indonesia tidak sesuai fakta. Ada dugaan mark-up pada laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana kegiatan tersebut.

“Kami menemukan penggunaan anggaran tidak sesuai fakta. Kemudian LPJ itu dimark-up,” ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Kombes Adi Deriyan saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (24/11/2018).

Baca: Polisi Periksa GP Ansor dan Kemenpora, Bukan Hanya Dahnil

Hingga kini, pihaknya bekerjasama dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mencari tahu berapa jumlah kerugian yang timbul.

“Potensi kerugian negaranya ada, hanya saat ini kita ingin menghitung berapa riilnya. Yang menghitung siapa? Nanti BPK. Kami hanya menyampaikan bukti-buktinya saja,” kata Adi.

Lebih lanjut, ia juga menegaskan pihaknya mempunyai bukti kuat dalam kasus ini sehingga akhirnya kasus sudah naik ke tahap penyidikan meski belum merinci buktinya.

Baca: Polisi Panggil Dahnil dalam Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Apel Pemuda Islam

“Ada (bukti) ya. Saat ini kami hanya mendapatkan dokumen-dokumen, bukti-bukti, dan keterangan para saksi,” kata Adi.

Rencananya, pihak kepolisian akan memanggil kembali pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga serta GP Ansor.

Penyelewengan Dana Kemah Pemuda Islam, Pemuda Muhammadiyah: Imam Nahrawi harus Tanggung Jawab!

Sebelumnya kedua pihak itu telah dipanggil dan memenuhi panggilan saat kasus masih tahap penyelidikan. Kini, ketika kasus sudah naik ke tahap penyidikan, kedua belah pihak akan dipanggil lagi guna dimintai keterangan sebagai saksi.

Baca: Cuitan Hanum Rais Hina Nabi, Pengurus NU AS: Nabi Tak Pernah Sebar Hoax

“Nanti akan jelas ketika kami menggali keterangan-keterangan saksi yang lain,” paparnya.

Saat ini, pihak kepolisian baru memanggil Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak dan perwakilan PP Pemuda Muhammadiyah, Ahmad Fanani yang merupakan ketua pelaksana kegiatan tersebut ketika kasus sudah naik ke tahap penyidikan. Keduanya diperiksa sebagai saksi pada Jumat 23 November 2018 kemarin.

Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, AKBP Bhakti Suhendarwan menjelaskan dalam waktu dekat akan meminta keterangan Kemenpora. Hal itu akan dilakukan sekitar pekan depan.

“Besok, minggu depan kita mau periksa Pejabat Pembuat Komitmen Kemenpora,” jelas Bhakti (ARN/Kricom)

About Arrahmahnews 26651 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.