Iran-Eropa akan Gelar Perundingan Tingkat Tinggi di Brussels

Abbas Araqchi
Abbas Araqchi

TEHERAN – Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Politik Abbas Araqchi mengatakan bahwa negara itu bersama dengan Uni Eropa berencana mengadakan seminar ketiga tentang kerjasama nuklir damai dan putaran keempat perundingan politik tingkat tinggi di Brussels,.

Dalam postingan di akun Twitter-nya pada hari Minggu, Araqchi menambahkan bahwa dua “peristiwa penting” dalam hubungan antara Iran dan Uni Eropa akan terjadi pada saat Amerika Serikat  menjatuhkan sanksi terberat terhadap Teheran.

Baca: Trump Ancam Uni Eropa atas Putusan Lindungi Perdagangan Iran

Ia mencatat bahwa Kepala Organisasi Energi Atom Iran (AEOI) Ali Akbar Salehi akan menghadiri seminar ketiga tentang kerjasama nuklir damai di ibukota Belgia, Brussels.

Diplomat senior Iran itu mengatakan bahwa putaran keempat perundingan politik tingkat tinggi akan dipimpin oleh Sekretaris Jenderal Layanan Aksi Eksternal Eropa (EEAS) Helga Schmid dan dirinya.

Baca: Mogherini: Uni Eropa Aktifkan UU untuk Lindungi Perdagangan dengan Iran

Sebelumnya pada hari Minggu (25/11), pemimpin AEOI meninggalkan Teheran untuk Brussels guna berpartisipasi dalam seminar dua hari, yang akan dimulai pada hari ini, Senin (26/11).

Kedua peristiwa itu akan terjadi untuk pertama kalinya sejak Presiden AS Donald Trump menarik negaranya pada bulan Mei dari perjanjian nuklir Iran yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPOA), dan memutuskan untuk memaksakan sanksi sepihak terhadap Teheran.

Seharusnya berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara Iran dan enam kekuatan besar (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Jerman, Rusia dan China) seluruh sanksi terkait nuklir dihapus sebagai ganti Teheran setuju untuk membatasi program nuklirnya.

Baca: Uni Eropa Blokir Sanksi AS dan Lindungi Perusahaan yang Berbisnis dengan Iran

Pemerintah AS berharap untuk membuat pihak lain dalam kesepakatan dengan Iran juga membatalkan kesepakatan itu, tetapi sebaliknya, mereka menekankan bahwa tidak hanya mereka akan tetap pada perjanjian, tetapi mereka juga akan bekerja untuk mempertahankannya dalam menghadapi tekanan AS yang meningkat.

Iran belum meninggalkan kesepakatan nuklir, namun menekankan bahwa penandatangan perjanjian yang tersisa harus bekerja untuk mengimbangi dampak negatif penarikan AS bagi Iran, jika mereka ingin Tehran mempertahankan perjanjian tersebut. (ARN)

About Arrahmahnews 26671 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.