News Ticker

Parlemen Inggris Berhasil Sita Data-data Sensitif Facebook

Facebook Facebook

LONDON – Parlemen Inggris telah berhasil memperoleh akses ke beberapa dokumen sensitif dari Facebook yang dapat memberi lebih banyak keterangan terhadap kasus pelanggaran privasi yang muncul pada awal 2018 dan menunjukkan bagaimana perusahaan media sosial AS itu telah menyalahgunakan data pribadi puluhan juta penggunanya.

Surat kabar The Observer dalam sebuah laporan pada hari Minggu (25/11) menyebut bahwa dokumen-dokumen itu telah disita baru-baru ini dari seorang eksekutif Six4Three, sebuah perusahaan teknologi AS yang terlibat dalam tindakan hukum terhadap Facebook, ketika ia sedang dalam perjalanan ke London.

Baca: Bin Salman Tawarkan Beli Facebook 250 Miliar Dolar demi Kekang Aktivis Pro-Demokrasi

“Sebuah komite House of Commons yang menyelidiki apa yang disebut sebagai skandal data Cambridge Analytica itu memerintahkan penyitaan dokumen-dokumen tersebut,” kata laporan itu.

Dikatakan bahwa pengusaha Amerika tersebut  dikawal dari hotelnya di London ke parlemen setelah ia awalnya menolak perintah seorang sersan bersenjata untuk menyerahkan dokumen-dokumen itu. Eksekutif tersebut telah memperoleh dokumen-dokumen itu secara legal di AS sebagai bagian dari tindakan pengadilan terhadap Facebook.

Baca: Jim Carrey Boikot Facebook

Sumber mengatakan bahwa dokumen-dokumen  itu sangat relevan dengan penyelidikan parlemen saat ini tentang bagaimana Facebook dan Cambridge Analytica, sebuah perusahaan konsultan Inggris, berhasil memanipulasi data pribadi dari 87 juta pengguna untuk iklan politik di AS.

Dalam keputusan yang dikeluarkan pada bulan Maret, pengawas data Inggris mendenda Facebook dengan 500.000 euro atas kasus ini. Facebook telah mengajukan banding terhadap putusan tersebut dengan mengatakan denda itu tidak dapat dibenarkan karena pihak berwenang Inggris tidak menemukan bukti bahwa data pribadi pengguna Inggris telah dibagikan secara tidak tepat. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: