HRW Desak Argentina Investigasi Bin Salman atas Kejahatan Perang Yaman

Putra Mahkota Saudi
Mohamme bin Salman

NEW YORK – Argentina didesak untuk menyelidiki Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman atas kemungkinan kejahatan perang di Yaman dan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Human Rights Watch yang bermarkas di New York mengatakan, pihaknya mengajukan permintaan tersebut kepada hakim federal Argentina, Ariel Lijo, pada hari Senin (26/11).

Direktur HRW di Timur Tengah dan Afrika Utara Sarah, Leah Whitson, mengatakan bahwa kelompok hak asasi internasional membawa kasus ini ke Argentina karena Pangeran Mohammed yang juga dikenal sebagai MBS itu akan menghadiri pembukaan KTT G20 minggu ini, di Buenos Aires.

Baca: Saudara Raja Salman Tak Berani Pulang Pasca Kritik Perang Yaman

Konstitusi Argentina mengakui yurisdiksi universal untuk kejahatan perang dan penyiksaan, yang berarti otoritas peradilan dapat menyelidiki dan mengadili kejahatan-kejahatan tersebut di mana pun kejahatan itu terjadi.

“Kami menyerahkan informasi ini kepada jaksa Argentina dengan harapan mereka akan menyelidiki keterlibatan dan tanggung jawab MBS atas kemungkinan kejahatan perang di Yaman, serta penyiksaan terhadap warga sipil, termasuk Jamal Khashoggi,” kata Whitson.

Baca: 7 dari 15 Pembunuh Khashoggi adalah Pengawal Pribadi Mohammed Bin Salman

“Ada dasar yang sangat kuat bagi Argentina untuk secara teliti memeriksa catatan dan fakta yang sangat luas. Orang-orang di seluruh dunia sangat ingin melihat pertanggungjawaban nyata bagi orang-orang yang lolos dari kejahatan mengerikan ini,” katanya sebagaimana dikutip Al Jazeera.

Baik kantor Lijo maupun kantor jaksa penuntut umum Argentina belum menanggapi permintaan untuk komentar.

Baca: Turki: Pangeran Mohammed bin Salman Otak Pembunuhan Khashoggi

Media Argentina mengutip sumber yudisial mengatakan bahwa sangat tidak mungkin pihak berwenang akan mengambil-alih kasus terhadap putra mahkota, yang merupakan penguasa de facto Arab Saudi itu.

Pembunuhan Khashoggi, seorang kolumnis Washington Post dan seorang pengkritik putra mahkota, di konsulat Riyadh di Istanbul pada 2 Oktober telah menekan hubungan Arab Saudi dengan Barat dan merusak citra Pangeran Muhammad di luar negeri. (ARN)

About Arrahmahnews 26656 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.