NewsTicker

Menlu Rusia Kutuk Tanggapan AS Soal Serangan Kimia di Aleppo

MOSKOW – Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengomentari tanggapan AS terhadap serangan kimia di Aleppo selama konferensi pers di Moskow pada hari Senin.

“Kadang-kadang mereka [AS] tidak perlu mencari tahu persis apa yang terjadi, jika mereka sudah memilih sudut pandang pada ekstremis yang dapat diterima dan tujuan bagi upaya perubahan rezim,” katanya.

Berbicara tentang kasus serangan kimia di Khan Shaykhun, diplomat top Rusia mencatat bahwa AS pada awalnya meminta pihak Rusia untuk membantu mendapatkan persetujuan dari pemerintah Suriah untuk melakukan inspeksi di bandara internasional Suriah. Lavrov mencatat bahwa dalam 24 jam setelah permintaan, Rusia telah menerima lampu hijau dari pemerintah Suriah untuk pemeriksaan, tetapi ini diabaikan oleh Washington yang kemudian mengebom bandara.

BacaMedia Barat Bungkam atas Serangan Kimia di Aleppo.

Dalam serangan kimia di Douma, Washington menolak investigasi lebih lanjut tentang kebenaran serangan tersebut. Washington justru bersama Inggris dan Perancis langsung menghukun Suriah dengan serangan ke beberapa target dengan lebih dari 100 rudal jelajah.

Sebaliknya, ketika kelompok pemberontak terbukti melakukan serangan kimia ke kota Aleppo, dan menyebabkan korban, AS justru berseloroh soal penyelidikan dan ingin mengetahui persis apa yang terjadi.

Menurut kantor berita pemerintah SANA, serangan gas klorin di lingkungan al-Khalidiye dan al-Zahraa, serta al-Neel Street, menyebabkan 50 orang dilarikan ke rumah sakit. Banyak korban dilaporkan dirawat karena sesak napas. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: