NewsTicker

Polisi Turki Geledah Vila Warga Saudi Terkait Kasus Pembunuhan Khashoggi

Polisi Turki Geledah Vila Warga Saudi Polisi Turki Geledah Vila Warga Saudi

ISTANBUL – Polisi Turki melakukan penggeledahan di vila seorang warga Saudi di sebuah provinsi barat laut negara itu untuk menemukan sisa-sisa jasad dari jurnalis pembangkang Saudi, Jamal Khashoggi, yang terbunuh setelah memasuki konsulat kerajaan di Istanbul pada awal Oktober.

Kantor berita negara Anadolu mengatakan bahwa para petugas mulai mencari di bangunan dua lantai di distrik Termal di Yalova dengan bantuan anjing pelacak dan drone pada hari Senin (26/11).

Baca: CIA Milik Rekaman Putra Mahkota Saudi Perintahkan Pembunuhan Khashoggi

Para penegak hukum kemudian memperluas pencarian dan penyelidikan ke vila lain yang berdekatan.

Penyelidik TKP sedang memeriksa sumur di kebun vila pertama di desa Samanli, sementara gambar menunjukkan mobil pemadam kebakaran di lokasi kejadian.

Dalam sebuah pernyataan, jaksa Istanbul mengatakan bahwa vila pertama dimiliki oleh seorang pria Saudi yang telah berbicara dengan salah satu tersangka pembunuhan pada 1 Oktober. Jaksa menambahkan bahwa informasi ini adalah alasan yang diberikan untuk melakukan penyelidikan di bangunan tersebut.

Baca: Editor Khashoggi Desak Kongres Selidiki Hubungan ‘Busuk’ Trump dan Saudi

“Dipercaya bahwa apa yang dibicarakan selama percakapan ini adalah bagaimana menghancurkan atau menyembunyikan jasad  jurnalis Jamal Khashoggi setelah mutilasi terhadapnya,” bunyi pernyataan itu.

Sebelumnya sudah dilaksanakan inspeksi terhadap konsulat Saudi dan kediaman konsul jenderal di Istanbul, serta hutan di kota. Pencarian terbaru ini dilaksanakan lebih dari dua minggu setelah harian Sabah yang pro-pemerintah melaporkan bahwa sampel yang diambil dari saluran konsulat menunjukkan jejak asam.

Baca: Pidato Pembelaan Raja Salman kepada Anaknya Terkait Pembunuhan Khashoggi

Presiden Recep Tayyip Erdogan awal bulan ini mengatakan Turki telah memberikan “rekaman” tentang pembunuhan Khashoggi ke Arab Saudi, Amerika Serikat, Jerman, Prancis, dan Inggris. Dalam pidato yang disiarkan televisi pada 10 November, Erdogan mengatakan Saudi tahu pembunuh Khashoggi berada di antara sekelompok 15 orang yang tiba di Turki satu hari menjelang pembunuhan 2 Oktober. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: