NewsTicker

Yayasan Soros Berhenti Beroperasi di Turki Pasca Tuduhan Erdogan

George Soros George Soros

ANKARA – Yayasan Sosial Terbuka George Soros mengatakan akan menghentikan operasi mereka di Turki, beberapa hari setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan menuduh dermawan miliarder itu tengah mencoba untuk memecah belah dan menghancurkan bangsanya.

Organisasi itu mengatakan bahwa mereka tidak mungkin lagi bekerja di Turki setelah menjadi target “klaim tak berdasar” di media dan menjadi target penyelidikan baru oleh pemerintah Turki kala terjadi  protes massal terhadap pemerintah Erdogan lima tahun lalu.

Baca: Analis: George Soros Dalangi Revolusi Warna Menentang Trump

Dikatakan bahwa Kementerian Dalam Negeri Turki telah memperbarui upaya untuk membuktikan bahwa yayasan Soros berada di belakang protes 2013 Gezi Park, salah satu tantangan politik terbesar bagi pemerintahan 15 tahun Erdogan. Yayasan itu sendiri membantah ada kaitan dengan protes tersebut.

Erdogan mengecam Soros pekan lalu ketika berbicara tentang penahanan 13 aktivis dan akademisi yang dituduh mendukung upaya oleh pengusaha dan pengacara HAM yang dipenjara, Osman Kavala, untuk menghidupkan kembali protes Gezi.

Baca: Wikileaks; Panama Papers Mahakarya George Soros Untuk Serang Tokoh dan Negara Tertentu

“Kavala, yang membiayai teroris selama insiden Gezi sudah dalam penjara,” kata Erdogan pada pada hari Rabu.

“Dan siapa di belakangnya? Yahudi Hongaria yang terkenal, Soros. Ini adalah orang yang menugaskan anak buahnya untuk memecah bangsa dan menghancurkan mereka. Ia memiliki begitu banyak uang dan ia membelanjakannya dengan cara ini”. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: