NewsTicker

Ratusan Warga Tunisia Demo Tolak Kunjungan Putra Mahkota Saudi

Warga Tunisia Demo Tolak kedatangan Putra Mahkota Saudi Warga Tunisia Demo Tolak kedatangan Putra Mahkota Saudi

TUNIS – Ratusan warga Tunisia turun ke jalan-jalan Tunis pada untuk memprotes kunjungan kenegaraan Pangeran Mahkota Saudi Mohammad Bin Salman.

Foto-foto demonstran di Jalan Habib Bourguiba dibagikan ratusan kali di media sosial, dengan para pemrotes menolak sambuta pemerintah terhadap kunjungan Putra Mahkota Saudi tersebut.

Kunjungan itu merupakan perjalanan resmi pertama Mohammed Bin Salman sejak ia dituduh telah membunuh wartawan Saudi, Jamal Khashoggi, di konsulat Saudi di Istanbul dua bulan lalu.

Baca: Aktivis Tunisia Desak Pemerintah Tolak Kunjungan Putra Mahkota Saudi

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Berbagai Hashtag diciptakan untuk menggalang dukungan online, termasuk “Tidak ada sambutan untuk Bin Salman”, dan “Tidak untuk pembunuh Khashoggi di Tunis”. Banyak juga yang mengutuk peran Putra Mahkota ini dalam perang Yaman, di tengah berita pekan lalu bahwa sekitar 85.000 balita telah meninggal karena kekurangan gizi selama tiga tahun terakhir.

Protes yang lebih kecil juga diadakan di luar teater kota Tunis, dengan para demonstran melakukan pertunjukan singkat mengejek sang pangeran dan memaksanya bertanggung jawab atas pembunuhan itu, dan melaporkan mutilasi yang terjadi pada Khashoggi.

Baca: Persatuan Ulama Tunisia: Saudi Gunakan Uang Haji untuk Bantai Muslimin di Negara Lain

Protes berlanjut dengan para demonstran sudah berkumpul di beberapa bagian Tunis. Sebuah spanduk besar yang menggambarkan Pangeran Muhammad bersandar pada gergaji listrik, dihiasi dengan kata-kata: “Tidak untuk menodai Tunisia, tanah revolusi” juga telah digantung di markas besar National Union of Tunisian Journalists di ibukota.

Sekretaris Jenderal Serikat Soukaina Abdessamad mengatakan bahwa tidak dapat diterima jika negara itu menerima Bin Salman: “Ini adalah bahaya bagi transisi demokrasi. Di negara seperti Tunisia, yang ingin bergerak menuju demokrasi, yang ingin membangun masyarakat demokratis, kami tidak bisa menerima menerima atau menyambut Pangeran Mahkota yang meragukan”.

Kunjungan Pangeran Muhammad, yang merupakan bagian dari tur ke beberapa negara Arab itu akan menandai pertama kalinya seorang anggota keluarga kerajaan Saudi mengunjungi Tunisia dalam tujuh tahun.

Baca: Anggota Parlemen Tunisia Robek Bendera Israel

Namun kunjungan yang direcanakan itu telah dirusak oleh kontroversi, dan dikutuk oleh anggota parlemen Tunisia di seluruh spektrum politik.

Hamma Hammami, juru bicara dari partai oposisi Front Populer, mengkritik kunjungan itu sebagai “provokasi terhadap rakyat Tunisia dan revolusi serta prinsip-prinsipnya”.

“Kami tidak akan menyambut penghancur Yaman dan rakyatnya, orang yang dicurigai berada di balik pembunuhan mengerikan Khashoggi, dan pemimpin normalisasi dengan entitas Zionis dengan mengorbankan rakyat Palestina,” kata Hammami kepada stasiun radio lokal.

Partai Progresif Demokratik juga menolak kunjungan pangeran itu, dengan menyatakan bahwa hal itu bertentangan dengan prinsip kebebasan dan revolusi hak asasi manusia untuk semua.

Kantor Presiden Tunisia, Beji Caid Essebsi, telah menekankan bahwa Tunisia mengecam pembunuhan Khashoggi dan menginginkan penyelidikan penuh, tetapi menambahkan bahwa pihaknya tidak ingin pembunuhan itu digunakan untuk mengacaukan Arab Saudi. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: