Israel Culik dan Perpanjang Penahanan Gubernur Yerusalem

Gubernur Yerusalem, Adnan Gheith
Gubernur Yerusalem, Adnan Gheith

YERUSALEM – Pengadilan Israel telah memperpanjang penahanan gubernur Yerusalem al-Quds, Palestina, Adnan Gheith, yang diculik dalam serangan fajar di rumahnya pada akhir pekan lalu.

Juru bicara (Jubir) polisi Israel, Micky Rosenfeld, mengatakan bahwa hakim pengadilan al-Quds Yerusalem telah memperpanjang penahanan Gheith sampai hari Minggu karena penyelidikan masih berlanjut.

Baca: Komandan Israel Desak Tel Aviv Susun Rencana Pembunuhan Sekjen Hizbullah

Seorang pengacara untuk Gheith mengatakan bahwa gubernur itu tidak melakukan kejahatan apapun, menambahkan bahwa ia merasa polisi berusaha mencegah terdakwa dari menjalankan profesi jabatannya.

Pasukan Israel menculik Gheith dalam serangan fajar di rumahnya di lingkungan Silwan pada 25 November.

Otoritas Israel telah memberikan beberapa rincian tentang alasan penculikan itu, selain mengatakan bahwa hal itu mereka lakukan karena kolaborasi Gheith dengan pasukan keamanan Otoritas Palestina.

Tel Aviv telah melarang Gheith memasuki wilayah Tepi Barat yang diduduki selama enam bulan.

Baca: Polisi Wanita Israel Tembak Seorang Pria Palestina untuk Bersenang-senang

Bulan lalu, gubernur itu ditangkap oleh pasukan Israel dan ditahan di penjara selama dua hari sebelum dibebaskan. Ia juga telah dipanggil untuk ditanyai beberapa kali dalam beberapa minggu terakhir setelah kantornya diserang pada 4 November.

Menteri urusan al-Quds Yerusalem Palestina, Adnan al-Husseini, juga telah diberi larangan perjalanan tiga bulan oleh otoritas Israel.

Beberapa media mengatakan penangkapan Gheith terjadi menyusul penangkapan Otoritas Palestina terhadap seorang pria Amerika-Palestina pada bulan Oktober karena menjual properti di Jerusalem Timur al-Quds kepada seorang pembeli Yahudi.

Baca: Analis: Hizbullah Berjuang untuk Cegah Zionis Kuasai Timur Tengah

Fuad Hallaq, penasihat senior Organisasi Pembebasan Palestina di Yerusalem als-Quds, mengatakan awal pekan ini bahwa ia yakin penangkapan terakhir adalah bagian dari upaya Israel untuk menekan pemimpin Palestina agar membebaskan lelaki itu.

Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas menunjuk Gheith, seorang aktivis lama di partai politik Fatah, sebagai gubernur al-Quds pada akhir Agustus.

Dalam perannya, Gheith bertanggungjawab untuk mengawasi operasi Otoritas Palestina di lingkungan dalam yurisdiksinya di pinggiran Yerusalem al-Quds.

Pemerintah Palestina telah mengecam penangkapan gubernur di kota yang diduduki. Juru bicara pemerintah Yousuf al-Mahmoud menuduh pemerintah Israel “berusaha memaksakan hegemoni dan menciptakan kesan bahwa itu memiliki tangan atas di al-Quds”. (ARN)

About Arrahmahnews 26678 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.