News Ticker

Kerajaan Saudi Pendukung Resmi Zionis Israel

Saudi Budak Israel dan AS Saudi Budak Israel dan AS

Arrahmahnews.com – Presiden AS, Donald Trump, menyingkirkan tirai penutup kebusukan terakhir pemerintahan Saudi secara keseluruhan, bukan hanya Mohammad Bin Salman. Ini terjadi ketika, dalam pidatonya yang terbaru, ia berkata, “Jika kalian memandang Israel, Israel akan berada dalam masalah besar tanpa Arab Saudi. Kita memiliki sekutu yang sangat kuat di Arab Saudi. Faktanya adalah bahwa Arab Saudi sangat membantu di Timur Tengah, jika kita tidak memiliki Arab Saudi, kita tidak akan memiliki basis yang besar”.

Baca: Mengapa Umat Islam Diam Saat Monarki Wahabi Saudi Hancurkan Haramain

Arab Saudi melakukan segalanya dalam pasukan musuh Israel, menyediakan untuk mereka layanan sembunyi-sembunyi dan tidak terlihat. Kerajaan ini menggunakan kedok agama dan mengklaim bahwa mereka adalah pembela muslim dan penjaga Rumah Tuhan. Namun, pernyataan Trump menyingkirkan tirai penutup kebusukan itu dan sepenuhnya memaparkan siapa sesungguhnya Arab Saudi ke seluruh negara Muslim.

Tapi, sementara beberapa dari kita sadar akan peran yang dimainkan keluarga Al-Saud untuk melindungi eksistensi Israel, banyak Muslim yang masih linglung. Mereka seharusnya menjadi Penjaga Dua Masjid Suci (Khadimul Haramain), tetapi dua masjid suci itu telah meninggalkan mereka. Sama seperti mereka melindungi dan mempertahankan keberadaan Israel di Palestina, kita juga melihat bahwa mereka (Arab Saudi) juga paling getol untuk menjadikan agar Masjidil Aqsha berada dalam genggaman penjajah Israel.

Baca: Kerajaan Saudi Perjual Belikan Haramain

Bahkan jika para penulis terus menulis tentang kolusi pemerintah Al-Saud selama beberapa dekade, mereka tetap tidak akan mampu mencapai apa yang dilakukan Trump dalam hitungan menit. Selain itu, tidak ada yang akan mempercayai mereka, dan dunia Muslim mungkin telah melemparkan sepatu pada mereka!

Pemerintahan Saudi didirikan 100 tahun yang lalu diatas reruntuhan Kekaisaran Ottoman setelah mereka berkomplot melawan negara Islam itu dalam apa yang disebut Revolusi Arab Besar, dimana  penyusunan rencananya dibuat dan dieksekusi di Kedutaan Inggris.

Mereka dipimpin oleh agen Inggris, Hussein bin Ali, Sharif kota Mekkah, setelah Perang Dunia Pertama dan kemenangan Sekutu. Sekutu kemudian membagi rampasan perang di antara mereka dan membagi negara-negara Muslim menjadi  timur, barat, utara, dan selatan.

Selain ini, Deklarasi Balfour dan perjanjian rahasia lainnya dikeluarkan, yang tidak ingin diungkapkan oleh siapa pun. Negara Saudi lahir pada 1923 untuk melindungi sebuah negara yang nantinya akan diciptakan, yaitu negara Israel. Kemudian Trump (dengan bodohnya) mengumumkan perjanjian yang selama ini di dirahasiakan ini. Ia mengungkapkan semua yang disembunyikan dan menyingkirkan tirai penutup kebusukan yang digunakan oleh negara pengkhianat tersebut!.

Baca: Arab Saudi bukan “Negara Islam”, Tapi “Penjual Islam”

Negara Israel ditanam di wilayah Arab sementara Arab Saudi ditanam di jantung negara Arab untuk menjadi duri dalam daging bagi orang-orang Arab dan Muslim dan untuk melindungi musuh-musuh mereka!

Jika ada lapisan perak dalam kematian penulis Jamal Khashoggi, itu adalah terbongkarnya peran kotor yang dimainkan oleh Arab Saudi terhadap bangsa. Darahnya akan menyingkirkan keluarga yang korup dan berbahaya itu, dan akan membebaskan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dari cengkeraman keluarga ini.

Pembebasan dua masjid ini juga akan membebaskan Masjidil Aqsa dari penodaan orang-orang Israel. Ini semua akan terjadi cepat atau lambat, karena keadaan sekitarnya dan pergeseran serta perkembangan internasional menunjukkan hal ini. Semua indikator menunjukkan bahwa tahta mereka saat ini berada diatas di pasir apung.

Baca: Antara Haramain dan Kerajaan Monarki Arab Saudi

Trump, yang dengan gagah berani membela Pangeran Mahkota Saudi, Mohammad Bin Salman, dan yang ingin menyelamatkannya dari kejatuhan tak terelakkan setelah kejahatannya yang brutal terhadap Jamal Khashoggi, telah membuat pernyataan keras. Kita tidak tahu apakah pernyataan ini dibuat dengan sengaja atau apakah itu spontan. Terlepas dari apa niatnya, pidatonya itu telah mempercepat kejatuhan MBS.

Bahkan jika semua kekuatan revolusioner, partai dan gerakan di dunia Arab dan Muslim bersatu, mereka tidak akan mampu melayani masalah Palestina dan isu-isu populer lainnya seperti yang dialami oleh Trump dan anak-anak Al-Saud. Trump telah mengungkap musuh sesungguhnya, yaitu Zionis Arab. Darah Khashoggi telah menjadi api yang membakar musuh-musuh bangsa. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: