NewsTicker

Presiden Mashat: Yaman Selatan Segera Bebas dari Penjajah Saudi-UEA

Presiden Mashat Presiden Mashat

YAMAN – Seorang pejabat senior Houthi mengatakan bahwa Yaman akan membebaskan wilayah selatan negara itu dari cengkeraman separatis dan agresor (Penjajah) yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Mahdi al-Mashat, pemimpin politik senior dari gerakan perlawanan rakyat itu membuat pernyataan tersebut pada kesempatan ulang tahun ke 55 kemerdekaan negara itu dari Inggris.

Baca: Jubir Houthi: Percuma Negosiasi Jika Saudi Cs Terus Serang Yaman

Menyamakan situasi di daerah itu dengan yang ada di bawah era kolonial, Al-Mashat sebagaimana dilaporkan televisi Al-Mashirah Yaman, menjanjikan pembebasannya dengan segera.

Separatis di Yaman selatan, yang didukung oleh Uni Emirat Arab, telah menyerukan pemisahan kota pelabuhan Aden yang sedang bergolak dan provinsi selatan lainnya, yang dikendalikan oleh pejabat pemerintah mantan pemerintahan sekutu Arab Saudi.

Baca: Sudan Mundur dari Yaman, Saudi Marah Besar

Para separatis ingin menghidupkan kembali bekas republik Yaman Selatan, yang bergabung dengan utara pada 1990. Aden, kota terbesar kedua Yaman, dulunya adalah ibu kota Yaman Selatan yang dulu independen.

UAE telah memainkan peran kunci dalam kampanye militer Saudi, yang diluncurkan pada Maret 2015 dengan tujuan untuk menginstal kembali pemerintahan mantan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi.

Yaman tidak memiliki pemerintahan yang efektif untuk saat ini, dan urusan negara sekarang dijalankan oleh Ansarullah, yang juga membela negara dari para agresor.

Baca: Biadab, Saudi Tahan 4 Kapal Bermuatan Makanan Menuju Yaman

Sebelum agresi Saudi, Hadi mengundurkan diri dan melarikan diri ke Riyadh. Rezim Saudi dan sekutunya kemudian berhasil merebut Aden dari Huthi dan meletakkannya di bawah kendali para mantan pejabat presiden.

Mashat mengatakan republik Yaman tidak memiliki utusan di PBB, mengatakan mereka yang menyatakan menjadi duta besar negara itu di PBB sebenarnya tidak mewakili Yaman.

“Namun, gerakan Houthi menghormati semua upaya untuk menyelesaikan krisis negara,” tambahnya.

Pejabat itu mendesak rekonsiliasi berdasarkan rasa saling menghormati dan menuntut upaya serius untuk menemukan solusi yang jelas dan logis yang bertujuan untuk membawa pihak-pihak yang bersebarangan dalam konflik untuk kembali ke meja perundingan.

Baca: Dukung Agresi Saudi di Yaman, Satelit Mesir Blokir Televisi Al-Masirah

Utusan perdamaian PBB Martin Griffiths telah mencoba membantu meluncurkan kembali perundingan di Swedia. Negosiasi gagal pada beberapa kesempatan selama beberapa tahun terakhir karena pelanggaran konstan gencatan senjata sementara oleh Arab Saudi.

Perang Saudi telah menewaskan dan melukai ratusan ribu rakyat Yaman, sementara ribuan lainnya meninggal karena kekurangan gizi akibat krisis yang menyertainya. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: