Analis: Putra Mahkota Saudi Jadi Sumber Rasa Malu AS

Analis AS
Analis AS

VIRGINIA – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman telah menjadi sebuah “rasa malu” bagi Amerika Serikat tetapi Washington tidak dalam posisi untuk mengambil tindakan terhadapnya, kata seorang analis Amerika.

Keith Preston, direktur Attackthesystem.org, mengatakan bahwa Washington merasa malu dengan tindakan bin Salman tetapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Baca: Tiga Syarat Amerika untuk Pengangkatan Mohammed bin Salman Sebagai Raja

“Pemerintah Amerika saat ini dalam situasi yang sangat sulit karena pemerintah Arab Saudi adalah sekutu kuat Amerika Serikat dan jelas bahwa pemerintahan Trump ingin mempertahankan hubungan itu,” kata Preston kepada Press TV (02/12).

Baca: CIA Miliki Bukti Belasan Pesan Bin Salman ke Ketua Tim Pembunuh Khashoggi

Presiden AS Donald Trump sejauh ini menolak seruan yang muncul dari kedua sisi di Kongres untuk memberi respon yang kuat terhadap pembunuhan yang dilakukan rezim Saudi terhadap jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi, dengan alasan bahwa hal itu akan membahayakan hubungan keuangan dan politik yang mendalam antara kedua belah pihak dan mendorong Riyadh ke Rusia.

Baca: Putra Mahkota Saudi dan UEA Ancam Trump Jika Ungkap Rincian Pembunuhan Khashoggi

Keengganan Trump untuk menindak Putra Mahkota Mohammed bin Salman, meskipun semakin banyak bukti yang menunjukkan perannya, menjadi lebih jelas setelah ia bahkan menyangkal penilaian CIA bahwa sang pangeran benar-benar menyadari pembunuhan itu.

Alasan terbesarnya adalah seperti yang diakui Trump sendiri, bahwa kehilangan layanan Arab Saudi akan merugikan Israel. (ARN)

About Arrahmahnews 26687 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.