News Ticker

Kenapa Dubes Saudi Serang NU dan Bela Kelompok Anti Pemerintah?

Wajah Kerajaan Arab Saudi Wajah Kerajaan Arab Saudi

JAKARTA – Media sosial dan pemberitaan di ramaikan oleh berita terkait cuitan Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Muhammed Al-Suabi bahwa dia telah dengan sengaja menyebar fitnah dengan menuduh aksi pembakaran bendera di Garut beberapa waktu lalu dilakukan oleh jamaah “Almunharifah” (organisasi yang sesat atau menyimpang).

Ada hal menarik dalam kasus ini, kenapa Dubes Arab Saudi menyerang NU? Kenapa Dubes Saudi bela kelompok oposisi? Kenapa Dubes Saudi intervensi urusan politik dalam negeri RI? berikut ulasan menarik dari netizen Budi Setiawan, yang menjelaskan cukup jelas masalah ini, berikut ulasannya:

Baca: Alumni Suriah Protes Intervensi Dubes Saudi

PERSONA NON GRATA

Tugas Duta Besar adalah menjalin hubungan yang baik antara kedua pemerintahan dan juga kedua bangsa. Namun si Osamah ini merusak fatsun diplomatik yang harusnya dia emban dan dia junjung.

Dia harusnya paham bahwa dalam situasi politik yang makin hangat, komentar yang kontroversial harus dihindarkan apalagi dia secara resmi wakil raja. Namun nampaknya dia kurang ajar.

Baca: Tuduh Ansor Ormas Sesat, Gus Yaqut ‘Semprot’ Dubes Arab Saudi

Osamah bukan orang bodoh. Tindakannya pasti telah diperhitungkan dengan matang, termasuk dalam berkomentar. Menyebut Banser dan Ansor sebagai organisasi menyimpang jelas merupakan penghinaan yang direncanakan. Karena itu patut dipertanyakan apa agenda Arab Saudi dalam pemilu di Indonesia. Mengapa Osamah bertingkah seperti cecunguk yang tidak tahu sopan santun diplomatik.

Baca: Sebut Ansor Ormas Menyimpang, PBNU Usir Dubes Saudi

Dia sangat paham bahwa Islam adalah isu sensitif yang bisa dimainkan pihak luar untuk memecah bangsa Indonesia demi tujuan global dan tentu saja menguntungkan penyebar isu jika isu itu berkembang. Bisa jadi KSA punya agenda mengobok-obok Indonesia melalui komentar dodol duta besarnya.

Harap diingat, Kerajaan Arab Saudi mengucurkan milyaran dollar untuk merusak Suriah atas nama Islam. Kerajaan ini membiayai teroris dan menyembelih ribuan orang disana. Saudi adalah negara agresor yang menyesengsarakan jutaan rakyat Yaman dan Libya.

Baca: Sektarian, Propaganda Wahabi Saudi dan AS yang Dimainkan di Suriah

Bagi Indonesia, hubungan dua negara biasa-biasa saja. Malahan ada sinyalemen KSA membiayai kampanye Wahabi untuk merusak kehidupan Islami orang Indonesia yang toleran. Saudi juga aljogo pemenggal kepala para TKW kita. Padahal para pejuang devisa itu berusaha menghindar dari majikan Arab mereka yang nga**ngan.

Saudi adalah negara bengis yang dengan enteng mencincang warga negaranya sendiri. Dan itu dilakukan di negeri orang.

Baca: Proyek Wahabi di Sekolah dan Kampus

Ucapan dobol Osamah sangat berbahaya jika dibiarkan dan tidak diperingatkan keras oleh Kementerian Luar Negeri. Jangan sampai komentar kurang ajar itu menjadi pembuka jalan bagi negaranya menjadi sponsor bagi Indonesia menjadi Suriah Kedua.

Kita mesti tegas bahwa kita-lah yang mengamalkan Islam sesuai ajaran Nabi Muhammad. Bukan Saudi yang tangannya berdarah dimana-mana tapi teriak dialah menjaga Islam. Saudi bukan panutan ber Islam dengan benar.

Bahlul itu namanya.

Peringatkan Osamah atau persona non grata kan dia. Biar Saudi tahu bahwa menjadikan Indonesia sebagai Suriah kedua adalah mimpi mereka belaka.

Biar Osamah tahu, kita bangsa Indonesia yang bermartabat bukan bangsa Arab yang tega bunuh bapak dan pamannya sendiri. (ARN)

Sumber: Akun Facebook Budi Setiawan

3 Comments on Kenapa Dubes Saudi Serang NU dan Bela Kelompok Anti Pemerintah?

  1. Mari suarakan secara nasional untuk mem’persona non grata’kan usamah. Usir dia dari bumi NKRI!

  2. semoga rezim saudi segera ambruk, mereka penebar bencana di mana-mana bersama dengan sekutu-sekutunya, Israel dan AS

  3. supriyono // Des 5, 2018 at 12:48 pm // Balas

    Banyak orang tidak tahu bahwa Islam tidak sama dengan Arab Saudi. Arab tidak sama dengan Islam. Masyarakat muslim umumnya anti Israel secara nyata, tapi tidak anti terhadap USA& Inggris, yang notabebe parlemennya dikuasai oleh Yahudi.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: