News Ticker

Zarif: Resolusi DK PBB Tak Larang Program Rudal Iran

Nuklir Iran Nuklir Iran

TEHERAN – Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 tidak memberlakukan larangan apapun terhadap program rudal Iran.

“Sebagai menteri luar negeri, saya dapat mengatakan bahwa masalah rudal tidak pernah menjadi subyek pada perundingan antara Iran dan pihak-pihak yang berunding”, ujar Zarif kepada kantor berita Tasnim pada hari Selasa (11/12).

Baca: Sekjen PBB: Perjanjian Nuklir Iran Kemenangan Diplomatik Penting yang Harus Dijaga

Ia menekankan bahwa tidak ada yang disetujui atau disetujui dalam Resolusi Dewan Keamanan 2231 tentang larangan aktivitas rudal untuk Republik Islam Iran.

“Doktrin pertahanan kita pada dasarnya didasarkan pada konsep deterensi dan pertahanan, bukan tujuan yang ofensif”, kata diplomat Iran tersebut.

“Ini adalah masalah yang Republik Islam telah buktikan sepanjang sejarahnya,” tambahnya.

Baca: VIRAL! Klaim Netanyahu Soal Gudang Nuklir Iran Jadi Bahan Lelucon

Pernyataan ini dibuat Zarif sebagai reaksi atas tuduhan oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam sebuah postingan di akun Twitter-nya pada 1 Desember, yang mengklaim bahwa Iran “baru saja  menguji-coba rudal balistik jarak menengah” yang melanggar Resolusi 2231Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 mengabadikan perjanjian nuklir internasional 2015, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), yang darinya Washington telah menarik diri dengan dalih, antara lain, bahwa itu seharusnya memasukkan program rudal Iran juga.

Baca: Jepang Tegaskan Dukungan terhadap Kesepakatan Nuklir Iran

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai antara Iran dan enam kekuatan besar itu, Teheran setuju untuk membatasi program nuklirnya sebagai ganti penghapusan sanksi terkait nuklir.

Sebelumnya pada hari Selasa, Brigadir Jenderal Amir Ali Hajizadeh, komandan Divisi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menggambarkan uji coba rudal balistik terbaru Iran sebagai “signifikan,” menekankan bahwa negara akan melanjutkan tes tersebut, sejalan dengan konsep deterensi mereka. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: