NewsTicker

Pembunuhan Khashoggi Hancurkan Proyek ‘Neom’ Putra Mahkota Saudi

Pendemo kecam Saudi Pendemo kecam Saudi

RIYADH – Keraguan kini kian meningkat atas masa depan salah satu proyek paling ambisius Arab Saudi setelah pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat negara itu di Istanbul. Sudah terhuyung-huyung karena pembatalan 100 miliar dolar penawaran umum perdana raksasa energi negara, Aramco, Kerajaan sekarang mungkin harus menerima kehancuran salah satu proyek andalannya, sebuah kota lintas batas, berteknologi tinggi, yang dikenal sebagai Neom.

Proyek senilai 500 miliar untuk mengubah garis pantai perawan Saudi menjadi kota bisnis yang futuristik adalah sebuah gagasan berani dari Putra Mahkota Mohammad Bin Salman. Proyek itu dimaksudkan untuk memodernisasi Kerajaan konservatif tersebut dengan dukungan modal dan keahlian asing.

Baca: Raja Salman Setujui Pembangunan Jalur Kereta Api Hubungkan Israel-Saudi

Namun, ketika sebuah delegasi bisnis bertemu dengan Putra Mahkota baru-baru ini, mereka terkejut mendengar pengakuan jujur tentang Neom. Menurut Financial Times, penguasa de facto Saudi itu mengatakan, “Tidak akan ada yang berinvestasi (dalam proyek ini) selama bertahun-tahun”. Komentarnya dilihat sebagai pengakuan bahwa krisis yang dipicu oleh pembunuhan Khashoggi telah menggagalkan Neom.

Para ahli yang dikutip oleh FT menyimpulkan bahwa Neom sekarang sedang mengalami kemunduran  karena krisis yang disebabkan oleh pembunuhan Khashoggi telah membahayakan kemampuan Riyadh untuk menarik keuangan dan keterampilan teknologi tinggi yang mereka butuhkan untuk pembangunan ini dan perkembangan lainnya.

Baca: Branson Tangguhkan Proyek Rp15,2 T dengan Saudi Pasca Hilangnya Khashoggi

“Neom jelas dalam keraguan,” kata seorang konsultan sektor swasta, menegaskan bahwa pemerintah tidak bias mengandalkan asing untuk saat ini.

Beberapa komentator Teluk yang dikutip dalam laporan FT juga memiliki kesimpulan yang sama. “Arab Saudi akan kembali ke apa yang telah mereka coba dan uji,” kata Steffen Hertog, seorang ahli Teluk di London School of Economics. “Mereka akan kembali ke daging dan kentang.”

Dalam beberapa minggu terakhir, para pemimpin perusahaan telah melakukan rapat secara pribadi dengan Putra Mahkota untuk menyampaikan tantangan yang mereka hadapi ketika mereka berjuang dengan pertumbuhan ekonomi yang lamban dan sentimen yang terus menekan.

Baca: Kenapa Dubes Saudi Serang NU dan Bela Kelompok Anti Pemerintah?

Hambatan terbesar bagi Neom adalah Bin Salman sendiri; ia telah menjadi sosok yang beracun. Penasihat untuk Neom, termasuk arsitek Norman Foster, dilaporkan telah menjauhkan diri dari proyek tersebut, menggarisbawahi risiko politik dan reputasi yang melekat terkait dengan Pangeran Mahkota Saudi.

Masa depan Neom yang tidak pasti digambarkan sebagai “wajah yang merendahkan bagi seorang penguasa yang telah menyapih Arab Saudi dari minyak mentah di jantung reformasinya itu”. MBS justru  menjanjikan para pebisnis yang ia temui bahwa kerajaan yang bergantung pada minyak itu akan berinvestasi lebih banyak dalam ekonomi tradisional mereka. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: