News Ticker

Yusuf Muhammad: Jokowi Buru Harta Para Mafia dan Koruptor di Luar Negeri

Koruptor Jokowi Buru Uang Haram

SURABAYA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam situasi ‘bahaya’ dan butuh dukungan kita semua. Jokowi dalam bahaya karena sikap tegas, pemberani dan sulit diajak kompromi oleh para mafia, khususnya para pelaku koruptor!

Kabar baik untuk bangsa kita, pemerintah dan aparat penegak hukum sebentar lagi akan mendapat keleluasaan untuk mengejar aset para pengemplang pajak hingga koruptor yang selama ini hartanya disimpan di Swiss.

Baca: Denny Siregar: Jokowi Kejar Dana Haram di Luar Negeri

Presiden Jokowi menegaskan bahwa, pemerintah Indonesia telah berada pada tahap terakhir pembahasan dengan Pemerintah Swiss terkait Bantuan Hukum Timbal Balik atau Mutual Legal Assistance (MLA). Dan beliau akan kejar koruptor yang sembunyikan uang di luar negeri.

Jika perjanjian berhasil diteken oleh kedua negara, maka Indonesia akan memiliki kewenangan untuk mengejar uang hasil korupsi yang dilarikan ke Swiss.

Perjanjian tersebut sebenarnya sudah mulai dibahas sejak 2015, tetapi finalisasinya masih terhambat oleh sejumlah hal. Setelah melalui pembicaraan panjang, Jokowi menyatakan pemerintah kini telah memperoleh titik terang terkait penyelesaian MLA antara Pemerintah Indonesia dan Swiss.

Perjanjian MLA ini diyakini menguntungkan bagi Indonesia, terutama mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang ingin menyembunyikan hasil kejahatannya ke luar negeri. Pantas saja Jokowi selama ini dibenci karena demen memburu harta para koruptor dan mafia berdasi.

Baca: MENANG TELAK! Perang ‘Sapi’ Jokowi-Ahok Vs Mafia Daging

Bagi Jokowi, tidak ada ampun buat pelaku korupsi dan money laundering (pencucian uang) yang uangnya disembunyikan di luar negeri.

Sebelumnya, uang para oknum penggemplang pajak yang disimpan baik di Singapura maupun di dalam negeri juga berhasil dikejar Jokowi melalui kebijakan tax amnesty yang digulirkan pemerintah sejak Juli 2016, dan berakhir pada (31/3/2017).

Hasil dari tax amnesty tersebut berdasarkan Surat Pernyataan Harta SPH total harta yang dilaporkan para wajib pajak mencapai Rp 4.855 triliun. Angka yang sangat besar, bukan?

Dan baru-baru ini, direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemkeu) sendiri akan menerima data keuangan dari pemerintah Swiss pada September 2019. Dengan data keuangan tersebut, pemerintah Indonesia akan mengetahui data rekening atau jumlah aset keuangan yang dimiliki warga negara Indonesia (WNI) di Swiss.

Baca: Yusuf Muhammad: Singapura ‘Keok’ Hadapi Jokowi

Hal inilah yang membuat mengapa Jokowi selalu dimusuhi dan harus diganti oleh oknum elit para penggerak “Ganti Presiden”. Para mafia dan koruptor kini hidupnya mulai gelisah, susah tidur dan untuk itu mereka akan melakukan perlawanan agar Jokowi bisa digantikan.

Bukan hanya soal uang hasil korupsi, tapi banyak lagi alasan mengapa Jokowi harus diganti, seperti berhasilnya pemerintah menguasai 51% saham Freeport, dibubarkannya Petral, dikuasainya Blok Rokan dan Blok Mahakam oleh Pertamina, dll. Semua itu membuat mafia jadi “meriang”.

Jadi, masihkah kita belum sadar mengapa mereka terus ngotot ingin ganti Presiden?. Berfikirlah ke depan, jangan biarkan anak dan cucu kita merasakan kepahitan akibat kebodohan yang kita lakukan. (ARN)

Akun FP Facebook Yusuf Muhammad

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: