Putra Mahkota Saudi Rencanakan Pertemuan Rahasia ala Kamp David dengan Netanyahu

Netanyahu dan Mohammed bin Salman
Netanyahu dan Mohammed bin Salman

RIYADH – Pangeran Mahkota Saudi Mohammad bin Salman tengah serius mempertimbangkan pertemuan tingkat tinggi dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dimana Presiden AS Donald Trump akan berperan sebagai tuan rumah.

Menurut sebuah laporan di Middle East Monitor, pertemuan itu nantinya akan mirip seperti pertemuan Kamp David dimasa Jimmy Carter yang dibuat untuk mengubah permainan di Timur Tengah.

Baca: Analis: Demi Dukungan AS, Arab Saudi Rela jadi Budak Israel

Sumber di kerajaan yang tahu persis tentang diskusi itu mengatakan kepada Middle East Eye bahwa Mohammed Bin Salman telah meminta unit darurat yang menangani kasusnya dalam pembunuhan jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi agar mempelajari gagasan pertemuan dengan Netanyahu tersebut.

Sebelumnya, pada bulan Juni, surat kabar Maariv Israel melaporkan bahwa bin Salman dan Netanyahu telah mengadakan pertemuan rahasia di Amman dengan maupun tanpa kehadiran Raja Yordania Abdullah.

Baca: Analis: AS Butuh ‘Boneka’ Saudinya untuk Kuasai Dunia

Bagaiamanapun, sumber mengatakan ide pertukaran jabat tangan dengan Netanyahu mendapat reaksi berbeda dari unit khusus Saudi, yang mencakup intelijen, tentara, media dan pejabat kantor asing serta penasihat politik.

“Beberapa diantara mereka menyuarakan keprihatinan tentang konsekuensi ini pada dunia Arab dan Muslim,” kata sumber itu.

Beberapa lainnya dalam unit khusus itu lebih antusias. “Mereka berpikir bahwa Musim Semi Arab begitu tercerai-berai, dan bahwa hal-hal telah berada di bawah kendali,” kata sumber itu, mengacu pada kekuatan politik yang terkait dengan apa yang disebut gerakan Musim Semi Arab, yang akan sangat keberatan dengan normalisasi hubungan antara Arab Saudi. dan Israel.

Gugus tugas itu mencatat tidak adanya reaksi nyata dari masyarakat Arab terhadap kunjungan baru-baru ini Netanyahu dan para menteri serta  atlet Israel ke negara-negara Teluk Persia di Oman, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Qatar.

Baca: TERUNGKAP! Rencana Saudi Jual Palestina Dengan Imbalan Perang Melawan Iran

“Mereka juga berpikir bahwa mereka bisa mengendalikan reaksi di dalam kerajaan dengan menggunakan otoritas agama untuk membenarkan tindakan mereka,” kata sumber itu.

“MbS tertarik pada gagasan itu. Ia berasal dari generasi baru dan tidak merasakan beban sejarah di pundaknya. Ia telah menunjukkan hal ini berulang kali. Ia tidak memiliki simpati khusus dengan Palestina”, tambah sumber itu lebih lanjut.

Rekomendasi akhir dari unit khusus ini adalah meminta lebih banyak waktu untuk menyiapkan opini publik.

Rencananya adalah untuk menjadikan putra mahkota, yang dituduh berada di balik pembunuhan Khashoggi, seolah sebagai “pembawa perdamaian Arab” seperti mantan pemimpin Mesir Anwar Sadat. (ARN)

About Arrahmahnews 26678 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.