News Ticker

Imigran Bocah di Penjara AS Tewas, Publik Kembali Kecam Kebijakan Anti Imigrasi Trump

Jakelin, Imigran Cilik Jakelin, Imigran Cilik

EL PASO – Kematian seorang imigran anak, yang meninggal di tahanan AS, telah memicu kembali kecaman terhadap kebijakan anti-imigrasi Presiden AS Donald Trump.

Jakelin Caal Maquin, tujuh tahun, yang bepergian dengan ayahnya ke AS dari daerah pedesaan di wilayah Alta Verapaz yang miskin di Guatemala, meninggal saat ditahan di pusat penahanan Patroli Perbatasan AS.

Baca: Trump Kirim 1000 Imigran Ilegal ke Penjara Federal AS

Mereka termasuk di antara sekelompok 163 migran yang ditahan oleh agen Patroli Perbatasan pada  malam 6 Desember, tiga hari setelah ulang tahunnya di daerah terpencil gurun New Mexico.

“Dua hari kemudian, Jakelin meninggal dunia,” kata pejabat Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan pada hari Jumat.

Jakelin muntah-muntah dan tak bisa bernafas saat berada di tahanan Patroli Perbatasan. Ia kemudian terkena serangan jantung dan menderita pembengkakan otak di sebuah rumah sakit di El Paso, Texas, di mana dokter menyatakan bahwa ia belum makanan atau minum selama berhari-hari.

Baca: VIDEO VIRAL! Trump Sebut Imigran Ilegal adalah Hewan

Patroli Perbatasan AS sedang menyelidiki insiden itu untuk memastikan permasalahan. Inspektur jenderal Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki insiden yang diumumkan secara terbuka setelah penundaan satu minggu itu.

Secara hukum, DHS diharuskan memberi tahu Kongres dalam waktu 24 jam setelah kematian imigran dalam tahanan federal. DHS, bagaimanapun, bersikeras itu tidak mau disalahkan atas kematian Jakelin.

Kematian imigran anak tersebut itu telah mengundang kritik baru terhadap kebijakan anti-imigrasi yang kejam dari pemerintahan Trump.

Baca: Trump Kirim Anak-anak Tak Berdokumen ke Kamp Terpencil di Gurun Texas

Para pembela hak asasi manusia mengatakan kematian Jakelin menggambarkan ruang lingkup perlakuan tidak manusiawi para pencari suaka oleh para pejabat AS.

“Kematian yang tragis dan dapat dicegah dari seorang gadis tujuh tahun yang tidak bersalah seharusnya tidak dilihat sebagai kesalahan yang dibuat dalam sistem yang manusiawi, melainkan sistem yang secara sengaja kejam dan tidak manusiawi yang telah menghasilkan satu lagi kematian,” kata Frank Sharry, direktur eksekutif Suara Amerika, kelompok advokasi hak imigran.

NPR melaporkan minggu ini bahwa ada sekitar 15.000 anak di bawah umur telah ditahan di pusat-pusat penahanan imigrasi AS, dengan kapasitas 92 persen.

Berbagai kritik kepada Trump itu mengatakan bahwa ia harus disalahkan atas sikap anti-imigrasi pemerintah yang menyebabkan kematian Jakelin. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: