News Ticker

Ansarullah Gagalkan Serangan Besar-besaran Milisi Dukungan Saudi di Hodeidah

Houthi Pejuang Yaman

HODEIDAH –  Gerakan Ansarullah Yaman mengumumkan bahwa tentara Yaman dan sekutu mereka dari komite populer telah berhasil menggagalkan serangan besar-besaran oleh milisi dukungan Saudi yang setia kepada mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi di Hodeidah, beberapa jam setelah gencatan senjata yang ditengahi PBB dimulai pada tengah malam di kota pelabuhan strategis tersebut.

Baca: Video: Diserang Houthi, Tentara Saudi Kabur Tinggalkan Kawannya yang Terluka

Ansarullah, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Selasa (18/12), dan dilaporkan oleh jaringan televisi Al-Masirah, mengatakan bahwa pasukan Yaman dan sekutunya terlibat dalam bentrokan sengit dengan tentara bayaran Saudi di distrik Hays di provinsi itu, meninggalkan banyak dari mereka tewas dan terluka.

PBB mengumumkan pada hari Senin bahwa gencatan senjata akan berlaku di Hodeidah, Barat Daya ibukota Sana’a, pada pukul 3:00 pagi waktu setempat. Gencatan senjata itu disepakati pada pembicaraan perdamaian yang disponsori PBB di Swedia pekan lalu.

Kedua pihak yang bertikai menyambut gencatan senjata di Hodeidah, dan sama-sama menyatakan bahwa mereka akan mematuhinya.

Baca: Munafik! Baru Sehari Sepakat Gencatan Senjata, Saudi Kembali Serang Hodeidah

Gencatan senjata itu seharusnya diikuti dengan penarikan pejuang Ansarullah serta milisi pro-Hadi. Pertukaran tahanan yang melibatkan sekitar 15.000 tahanan juga direncanakan, kesepahaman untuk memfasilitasi pengiriman bantuan ke kota pesisir Barat Laut Ta’izz itu juga telah tercapai.

Delegasi dari gerakan Ansarullah dan loyalis Hadi dukungan Saudi juga telah setuju untuk bertemu lagi pada akhir Januari guna pembicaraan lebih lanjut untuk menentukan kerangka kerja bagi negosiasi pada penyelesaian perdamaian yang komprehensif.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan kampanye militer yang menghancurkan terhadap Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa pemerintah Hadi kembali berkuasa dan menghancurkan gerakan Ansarullah.

Baca: ACLED: Jumlah Korban Tewas di Yaman 6 Kali Lipat Lebih Tinggi dari Angka PBB

Menurut sebuah laporan baru oleh Lokasi Konflik Bersenjata dan Proyek Data Peristiwa (ACLED), sebuah organisasi nirlaba penelitian konflik, perang yang dipimpin Saudi sejauh ini telah merenggut nyawa ratusan ribu warga Yaman.

Perang yang dipimpin Saudi juga telah menimbulkan banyak korban di infrastruktur negara itu, menghancurkan rumah sakit, sekolah, dan pabrik. PBB telah mengatakan bahwa sekitar 22,2 juta warga Yaman sangat membutuhkan makanan, termasuk 8,4 juta terancam oleh kelaparan yang parah. Menurut badan dunia itu Yaman menderita kelaparan paling parah dalam lebih dari 100 tahun.

Sejumlah negara Barat, AS dan Inggris pada khususnya, juga dituduh terlibat dalam agresi yang sedang berlangsung karena mereka memasok rezim Riyadh dengan senjata canggih dan peralatan militer serta bantuan logistik dan intelijen. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: