News Ticker

Kurang Dana, WFP Potong Bantuan Makanan untuk 190.000 Warga Palestina

Krisis Pangan Palestina Bocah perempuan Palestina

NEW YORK – Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) mengatakan akan memotong bantuan makanan untuk sekitar 190.000 warga Palestina yang miskin di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang diduduki, yang merupakan setengah dari jumlah semua penerima disana,  karena kekurangan dana.

Badan pangan PBB pada hari Rabu (19/12) menyalahkan kekurangan pendanaan ini pada penghentian bantuan dari Amerika Serikat, penyumbang terbesar badan tersebut, dan negara-negara lain dalam bantuan untuk Palestina.

Baca: OCHA: Israel Tingkatkan Kekerasan dan Vandalisme ke Warga Palestina

“WFP telah dipaksa, sayangnya, untuk melakukan pemotongan drastis terhadap jumlah orang yang kami dukung di Palestina, baik di Gaza dan Tepi Barat,” kata Stephen Kearney, direktur WFP di Wilayah Palestina, kepada Reuters.

Pemotongan bantuan makanan ini dilaporkan akan terjadi mulai 1 Januari.

Bantuan makanan yang diberikan kepada 27.000 orang di Tepi Barat akan ditangguhkan, kata WFP, menambahkan bahwa bantuan makanan untuk 165.000 orang di wilayah yang diduduki Israel dan di Gaza akan dipangkas hingga 20 persen.

Baca: Serukan Pembebasan Palestina, Kontributor CNN ini Dipecat

Kearney mengatakan lembaga itu membuat pengurangan “terutama karena jumlah pendanaan yang kami terima menurun drastis.”

“Ini bukan hanya WFP, itu di seluruh komunitas kemanusiaan karena kontribusi donor secara signifikan jatuh,” tambahnya.

Pada hari Senin, PBB dan Otoritas Palestina meminta bantuan kemanusiaan sebesar 350 juta dolar untuk Palestina tahun depan, mencatat bahwa sebenarnya lebih banyak lagi yang dibutuhkan tetapi mereka harus realistis setelah setahun pemotongan dana, terutama oleh administrasi Trump, yang telah mengambil sikap semakin keras terhadap Palestina.

Baca: Pesan Pedas Petinggi Hamas Kepada AS dan Negara Arab Soal Palestina

Hubungan AS-Palestina memburuk pada Desember lalu, ketika Trump menyatakan Yerusalem al-Quds sebagai “ibu kota” Israel dan mengumumkan rencana untuk mentransfer kedutaan dari Tel Aviv ke kota yang diduduki tersebut.

Langkah kontroversial ini menyebabkan Presiden Palestina Mahmoud Abbas secara resmi menyatakan bahwa Palestina tidak akan lagi menerima AS sebagai mediator untuk menyelesaikan konflik karena Washington “sepenuhnya bias” terhadap Tel Aviv.

Kearney mengatakan, badan PBB itu membutuhkan 57 juta dolar untuk bisa terus menyediakan bantuan pangan tingkat saat ini kepada 360.000 orang pada 2019. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: