News Ticker

Video: Pengungsi Suriah Dibully Hingga Alami Gegar Otak di AS

Seyma Seyma

PENNSYLVANIA – Sebuah video yang awalnya diposting di Facebook, menarik perhatian luas di media sosial setelah memperlihatkan seorang Muslimah berhijab mengalami kekerasan di Sekolah Tinggi Chartiers Valley, Pennsylvania, Amerika Serikat.

Menurut berita WTAE, Dewan Hubungan Amerika-Islam kini menyerukan penyelidikan negara bagian dan penyelidikan federal menyusul serangan terhadap pelajar Muslim yang membuatnya harus menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Baca: Jurnalis: Trump Picu Kekerasan Rasial di Amerika Serikat

Dalam video itu, muslimah berjilbab itu didorong dan dipukuli oleh seorang siswi disekolahnya, dimana ia kemudian mencoba untuk menangkis pukulan itu. Pada satu titik, muslimah itu tampak mencoba membalas,  tapi ia akhirnya dijatuhkan dan dipukuli berulang kali.

Safdar Khwaja, presiden Dewan Hubungan Amerika-Islam, mengatakan bahwa setelah video berakhir, serangan itu ternyata masih berlanjut, membuat korban berusia 14 tahun itu mengalami gegar otak. Khwaja mengatakan bahwa ia dibawa ke Rumah Sakit Anak-anak dengan ambulans dan harus menjalani rawat inap.

Baca: Penembakan Brutal Terjadi di Kampus Oregon Amerika Serikat

Khwaja mengatakan bahwa korban pindah ke Amerika Serikat bersama keluarganya beberapa tahun yang lalu dari Suriah setelah menghabiskan dua tahun di sebuah kamp pengungsi.

“Mereka melarikan diri dari anarki, kekerasan, dan kehancuran total sistem sosial, kemudian mereka mendatangi sebuah tempat yang beradab, dan kita semua meyakinkan mereka bahwa ini adalah tempat paling beradab di dunia. Untuk melihat kekerasan semacam ini terjadi, itu sangat mengecewakan, “kata Khwaja.

Pekerja SMA Alexis Work memposting video itu di Facebook dan mengatakan pada Pittsburgh Action News 4, bahwa pertarungan dimulai ketika seorang gadis ingin menggunakan kamar mandi untuk menikmati vape (rokok elektrik), tetapi ia diberitahu bahwa ia tidak diizinkan oleh sang siswa Muslim.

Baca: Analis: Semua Kebijakannya Kacau, Pemerintahan Trump Masuki Masa Kritis

Polisi Kota Collier mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki untuk menentukan apakah tuntutan pidana akan diajukan, namun kepolisian mengesampingkan dugaan kejahatan kebencian.

Khwaja menekankan bahwa ia percaya yang terjadi adalah sebaliknya, bahwa itu adalah kejahatan yang diilhami, atau diperburuk oleh bias anti-Islam.

“Kami tidak percaya motifnya acak dan mendadak, kami yakin ada bias,” kata Khwaja.

Sekolah Chartiers Valley mengatakan akan menegakkan disiplin maksimum  sesuai dengan kebijakan distrik, tetapi tidak mengatakan apakah keduanya, atau hanya satu siswa akan menghadapi menerima tindakan disiplin. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: