News Ticker

Analis: Trump Mungkin Ingkari Janjinya Tarik Pasukan dari Suriah

Donald Trump Presiden AS, Donald trump

NEW YORK – Presiden AS Donald Trump mungkin akan mundur dari keputusannya untuk menarik pasukan Amerika keluar dari Suriah. Seorang analis Amerika mengatakan hal ini mengomentari pernyataan Trump pada hari Kamis yang menyebut bahwa pasukan AS tidak bisa berada di Suriah “selamanya” dan ia akan menarik mereka keluar dari negara Timur Tengah.

James Petras, seorang analis politik di New York, mengatakan kepada Press TV dalam sebuah wawancara pada hari Kamis (20/12) bahwa ada kemungkinan klaim penarikan pasukan ini tidak berkelanjutan.

Baca: Sesumbar Menggelikan Trump: AS Menang di Suriah

Ia mengatakan bahwa dengan mempertimbangkan sejarah Trump untuk mundur dari gerakannya ketika  bertemu penentangan dari Pentagon dan tekanan dari anggota Kongres, terutama Partai Republik, ada kemungkinan bahwa Trump akan menentang pengumumannya sendiri mengenai penarikan itu.

“Mari kita tunggu dan lihat apakah ia bertentangan dengan dirinya sendiri, kata Petras,” sambil mencatat bahwa hal itu bisa terjadi hanya dalam beberapa hari, atau bahkan jam.

Baca: Senator AS: Pemerintahan Trump Sengaja Perpanjang Konflik Suriah

Petras mengatakan dengan asumsi bahwa jika penarikan pasukan dilakukan, alasan utamanya adalah karena aliansi AS dengan Kurdi di perbatasan Suriah dengan Turki.

Turki telah mengumumkan bahwa pihaknya berencana untuk menyerang Kurdi yang menduduki perbatasan Turki dan Trump tidak ingin pasukan AS berada dalam posisi tabrakan dengan pasukan anggota sekutu NATO, Turki, kata Petras.

Selain itu, Trump telah menegaskan kembali komitmennya untuk memfokuskan energi bangsa pada isu-isu bernilai domestik yang tinggi, yaitu membangun kembali Amerika serta memerangi perang dagang dengan China, katanya.

Baca: Trump Gagal Serang Suriah, Apakah Karena Ancaman Rusia?

Dalam pandangan Petras, Trump juga berpikir bahwa menarik pasukan AS dari Suriah akan membantu mengembangkan aliansi potensial dengan Rusia.

Menurut analisis Petras, Rusia telah membantu Amerika mengamankan perbatasan Suriah dengan Israel dan Arab Saudi, dua sekutu regional AS,.

Singkatnya, Petras percaya bahwa jika Trump tidak menyerah pada tekanan dari Kongres dan Pentagon dan menarik pasukan AS keluar dari Suriah, dia akan memusatkan sumber daya AS pada isu-isu domestik. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: