Hamas Kecam Rencana Abbas Bubarkan Parlemen

PALESTINA – Gerakan perlawanan Palestina Hamas mengecam rencana Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas yang hendak membubarkan parlemen, dengan mengatakan langkah itu hanya akan menambah perpecahan internal antara faksi-faksi Palestina.

“Keputusan Abbas memperdalam divisi internal Palestina dan menghancurkan sistem politik Palestina,” kata Yehya Musa, seorang pemimpin senior Hamas dan anggota Dewan Legislatif Palestina (PLC), pada hari Sabtu.

Pernyataan itu dikeluarkan beberapa jam setelah Abbas mengatakan bahwa ia akan segera menerapkan putusan Mahkamah Konstitusi untuk membubarkan PLC, sebuah kamar yang didominasi dan dipimpin oleh Hamas sejak partai itu memenangkan pemilihan umum pada tahun 2006.

Langkah ini dilakukan di tengah keretakan yang melebar antara Partai Fatah pimpinan Abbas dan Hamas ketika keduanya menuduh satu sama lain menentang upaya rekonsiliasi.

BacaPengamat: Kesetian Indonesia dan Jokowi ke Palestina.

PLC sebagian besar telah mati selama beberapa tahun terakhir. Namun, hukum Palestina memungkinkan penuturnya untuk menjadi presiden sementara seandainya Abbas, yang kini berusia 83, meninggal.

Abbas mengatakan pada hari Sabtu bahwa pemerintahnya berkewajiban membubarkan PLC dan mengadakan pemilihan parlemen dalam waktu enam bulan.

Namun, Musa mengatakan pengumuman Abbas tidak memiliki nilai dan PLC akan melanjutkan pertemuannya di Jalur Gaza, tempat Hamas berpusat dan menjalankan pemerintahan lokal.

“PLC akan terus bekerja dan bersidang seperti biasa, terlepas dari keputusan Abbas,” katanya, seraya menambahkan bahwa Abbas membentuk Mahkamah Konstitusi, yang mengeluarkan keputusan tentang pembubaran parlemen, dengan satu-satunya tujuan menetralkan kekuatan lembaga-lembaga hukum Palestina.

Abbas yang pemerintahannya telah diperdebatkan sejak masa jabatannya berakhir pada 2009, telah berulang kali berupaya menekan Hamas dengan mengurangi gaji pekerja pemerintah di Gaza. Namun, langkah baru-baru ini oleh Qatar untuk mem-bypass kantornya di Ramallah, di Tepi Barat yang diduduki Israel, untuk memberi Hamas uang tunai yang besar untuk membayar para pekerjanya, tampaknya secara khusus membuat marah pemimpin Palestina.

Tidak seperti Abbas yang memiliki reputasi buruk dan bekerja sama dengan Israel dalam masalah-masalah keamanan dan politik, Hamas justru membanggakan rakyat Palestina dengan tiga perang dalam menghadapi agresi Tel Aviv sejak merebut kekuasaan di Gaza pada 2007. [ARN]

About Arrahmahnews 26663 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.