News Ticker

Pangeran Talal Al-Saud Tewas Pasca Mogok Makan Protes Kebijakan Bin Salman

Pangeran Talal Al-Saud Pangeran Talal Al-Saud

RIYADH – Pangeran Saudi, yang dikenal secara internasional karena kritik terbukanya terhadap keluarga yang berkuasa termasuk Putra Mahkota Mohammed bin Salman, meninggal setelah mengalami masa kritis akibat melakukan mogok makan.

Pangeran Talal bin Abdul Aziz, saudara tiri Raja Salman, dikabarkan meninggal pada usia 87 tahun pada hari Sabtu (22/12), tetapi berbagai media mengatakan lokasi kematiannya belum diketahui.

Baca: Pangeran Talal: Mohammed Bin Salman Hinakan Saudi di Mata Dunia

Talal dilaporkan dirawat di rumah sakit di ibu kota Riyadh karena sakit. Ia melakukan mogok makan pada November tahun lalu setelah bin Salman memerintahkan penangkapan tiga putranya, termasuk miliarder Pangeran Al-Waleed bin Talal, selama penumpasan terhadap para bangsawan dan pengusaha kaya.

Pangeran al-Waleed adalah pangeran terkaya di antara lusinan pangeran yang ditangkap oleh bin Salman, yang juga dikenal sebagai MbS. Ia dibebaskan pada bulan Januari setelah ditekan untuk membayar uang tebusan sejumlah 6 miliar dolar.

Baca: Pangeran Alwaleed bin Talal Tak Diizinkan Keluar dari Saudi Arabia

Sebelum memulai mogok makan, Pangeran Talal telah “memberi tahu teman-temannya bahwa adalah haknya untuk melancarkan protes guna menarik perhatian kepada tirani yang dibangun oleh MbS di bawah perlindungan pembersihan anti-korupsi.”

Sang pangeran telah lama berkampanye untuk reformasi konstitusi, termasuk pembagian kerajaan menjadi kekuatan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.

Ia tinggal di pengasingan di luar negeri selama empat tahun pada 1960-an, ketika pemerintah Saudi mencabut paspornya setelah ia memimpin sekelompok pangeran yang menuntut reformasi.

Baca: Ayah Milyader Saudi Alwaleed bin Talal Mogok Makan Karena Penahanan Putranya

Talal kembali ke kerajaan setelah Faisal bin Abdulaziz Al Saud menjadi raja pada tahun 1964.

Pada tanggal 3 November, Riyadh membebaskan Pangeran Khalid bin Talal, putra lain dari mendiang pangeran, di tengah kemarahan internasional atas pembunuhan jurnalis pembangkang Jamal Khashoggi.

Pembunuhan Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober telah dikaitkan dengan bin Salman, yang ditunjuk sebagai pewaris takhta pada awal 2017, ketika Raja Salman menggulingkan mantan pangeran mahkota Mohammad bin Nayef. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: