News Ticker

Ayah Aktivis Wanita Saudi Ungkap Putrinya Dilecehkan di Penjara

RIYADH – Ayah dari aktivis Saudi Loujain al-Hathloul mengklaim bahwa pemerintah Saudi telah menyiksa putrinya di dalam penjara.

Di akun Twitter-nya, Hathloul al-Hathloul, ayah dari aktivis Loujain, menyebutkan tentang pelecehan seksual dan penyiksaan yang dihadapi putrinya di penjara.

Mengutip sebuah insiden dalam sejarah, ia mencuit: “Seorang gadis berteriak ‘O Mu’tasim’ (dari penjara Romawi) dan teriakan ini terukir di dahi sejarah.”

Ia menambahkan dengan memberi kiasan terbalik terkait apa yang terjadi pada putrinya: “Ada banyak cerita tentang penyebab teriakan itu, tetapi dapat dipastikan bahwa ia tidak disetrum, tidak ditahan selama lebih dari empat bulan, tidak dilecehkan secara seksual dan tidak diancam dengan pemerkosaan dan pembunuhan.”

BacaPangeran Talal Al-Saud Tewas Pasca Mogok Makan Protes Kebijakan Bin Salman.

Human Rights Watch dengan mengutip “sumber informasi” mengatakan bahwa bulan lalu setidaknya tiga aktivis wanita telah mengalami sengatan listrik, dicambuk serta “dipeluk dan dicium secara paksa”.

Sementara itu, laporan lain dari Amnesty International mengatakan bahwa para aktibis wanita itu “berulang kali disiksa dengan sengatan listrik dan cambuk, membuat beberapa orang tidak dapat berjalan atau berdiri dengan benar” dan “mengalami pelecehan seksual”.

Laporan itu mengatakan bahwa Loujain al-Hathloul ditahan di Penjara Dhahban bersama enam aktivis lainnya, termasuk Samar Badawi, saudara perempuan dari blogger Raif Bawai yang dipenjara.

Aktivis oposisi yang berbasis di Kanada, Omar Abdul Aziz al-Zahrani, mengatakan bahwa penargetan al-Hathloul oleh otoritas Saudi adalah karena ia berani berbicara, menyerukan pemberian hak-hak perempuan kepada para wanita dan membebaskan para tahanan.

Al-Zahrani menambahkan: “Al-Hathloul berasal dari keluarga kaya dan tuntutannya tidak pribadi. Ia ditangkap dua kali di masa lalu, yang menunjukkan kemarahan otoritas Saudi padanya.”

Al-Hathloul ditahan oleh para pejabat Arab Saudi bersama beberapa pembela hak asasi manusia terkemuka lainnya, dalam apa yang oleh banyak ahli disebut sebagai tindakan keras terhadap aktivis di negara itu.

Laporan mengatakan bahwa mantan penasihat dari mantan hakim kerajaan Saud al-Qahtani mengawasi penyiksaan terhadap para aktivis itu. Al-Qahtani diduga mengeluarkan perintah untuk membunuh jurnalis Saudi Jamal Khashoggi di konsulat Turki di Istanbul atas instruksi Putra Mahkota Mohamed bin Salman. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: