NewsTicker

Kualat Yaman, Sudan Diguncang Kerusuhan Besar

Presiden Sudan Presiden Sudan

KHARTOUM – Abdel Bari Atwan, pemimpin redaksi surat kabar Raialyoum, mengomentari kerusuhan baru-baru ini di berbagai kota di Sudan, menekankan bahwa Presiden negara itu Omar al-Bashir kini harus membayar harga untuk bergabung dengan koalisi pimpinan Saudi melawan Yaman dan memutuskan hubungan dengan Iran.

“Sejak Omar al-Bashir memutuskan hubungan dengan Iran dan bergabung dengan koalisi pimpinan Saudi untuk perang melawan Yaman, ia telah membuat tiga kesalahan,” tulis Atwan.

Baca: Saudi Datangkan Angkatan Darat Sudan ke Hodeidah, Yaman

“Pertama, ia berpikir bahwa AS akan mencabut blokade ekonomi dan politiknya di Sudan, tetapi ternyata hal itu hanya dihapus sebagian dan Sudan tetap dalam daftar negara yang menurut AS mensponsori terorisme,” jelasnya.

“Kesalahan kedua yang dilakukan al-Bashir adalah bahwa ia pikir negara-negara Arab Teluk Persia yang telah berpartisipasi dalam perang Yaman akan memberi Sudan miliaran dolar bantuan dalam bentuk bantuan keuangan, pinjaman atau investasi yang akan menyelamatkan negara dari krisis ekonomi, tetapi itu tidak benar dan bantuan keuangan yang diterima Sudan dari Arab Saudi, UEA dan Qatar tidak seberapa dibandingkan dengan bantuan 50 miliar dolar yang diterima tetangga utara mereka (Mesir) meskipun Kairo bahkan belum berpartisipasi dalam perang Yaman, “tambahnya.

Kesalahan ketiga al-Bashir adalah berkaitan dengan harapannya bahwa Mahkamah Internasional (ICJ) akan membatalkan tuntutan terhadapnya setelah meninggalkan perlawanan dan memutuskan hubungan dengan Iran, tetapi ini tidak pernah terjadi dan kemungkinan tidak akan terjadi dalam waktu dekat.

Baca: Bocoran Dokumen: UEA Tekan Sudan Stop Hubungan dengan Qatar dan Iran

Ia menambahkan bahwa al-Bashir yang merasa kecewa dengan sekutu barunya (Saudi Cs) kini memilih untuk memulihkan hubungan dengan Moskow dan Ankara untuk menemukan solusi bagi krisis ekonomi di negaranya, mencatat bahwa langkah ini telah membuat UEA dan Arab Saudi tidak senang, hingga mereka akan mengusir Sudan dari koalisi pimpinan Saudi melawan Yaman jika saja mereka tidak membutuhkan pasukan Sudan sebagai tentara bayaran dalam perang Yaman.

Baca: Houthi Seru Pemerintah Sudan Tarik Pasukannya dari Yaman

Kota-kota dan desa-desa di Sudan saat ini menjadi ajang demonstrasi terhadap pemerintah atas kondisi kehidupan yang tidak layak dan tingginya harga roti serta komoditas dasar lainnya. Rakyat juga marah atas koalisi militer yang salah antara pemerintah dengan negara-negara lain, termasuk Arab Saudi.

Setidaknya 8 orang telah tewas dalam aksi unjuk rasa ini, namun pihak oposisi mengklaim angka berbeda yaitu  22 orang. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: