NewsTicker

Ceroboh! Ungkap Identitas Pasukan Khusus AS di Irak, Trump Banjir Kecaman

Donald Trump dan Paskhas AS Donald Trump dan Paskhas AS

WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mendapat kecaman karena secara tidak sengaja mengungkapkan identitas pasukan khusus Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy SEAL) yang dikerahkan ke Irak, dalam perjalanannya yang mengejutkan ke negara tersebut.

Kesalahan memalukan itu terjadi pada hari Rabu (26/12), ketika presiden Amerika itu memposting video di Twitter yang menunjukkan dia berbicara dan berfoto selfie dengan anggota tim SEAL yang berbasis di California selama perjalanan mendadaknya ke Baghdad.

Baca: #BreakingNews, Trump Mendadak Kunjungi Irak

Trump terbang ke Irak pada hari Selasa dengan harapan dapat mencetak berita utama yang positif selama musim liburan di tengah penutupan sebagian pemerintah dan serangkaian masalah serius lainnya.

Setelah mendarat di pangkalan udara Al Asad di Baghdad, presiden dan istrinya, Melania, berbicara dengan para tentara AS yang bertugas disana sebelum berfoto bersama dengan mereka.

Menurut laporan, perincian perjalanan itu seharusnya dirahasiakan sampai Trump selesai memberikan pidato di depan sekitar 100 tentara, yang kebanyakan adalah pasukan operasi khusus AS yang terlibat dalam operasi tempur di Irak dan Suriah.

Laporan itu mengatakan bahwa dalam Video, Trump kemudian berhenti untuk berfoto selfie dengan Komandan Letnan Angkatan Laut AS Kyu Lee, yang merupakan pemimpin untuk SEAL Team Five, yang berbasis di Coronado, California.

Baca: Menhan AS Mengundurkan Diri karena Tak Cocok dengan Trump

Trump mengatakan kepadanya, “Hei, kalau begitu, mari kita berfoto.”

Setelah meninggalkan wilayah udara Irak, kepala negara Amerika itu kemudian memposting video ke akun Twitter-nya yang menunjukkan Trump mengambil gambar dengan pasukan yang  berasal dari Tim Five Pasukan Khusus Angkatan Laut AS tersebut.

Dalam video itu, pasukan perang khusus itu terlihat mengenakan perlengkapan pertempuran penuh dan mengenakan kacamata penglihatan malam.

Laporan itu mengatakan video Trump mengungkap bahwa lebih banyak mengenai siapa saja “personel operasi khusus dan pasukan pendukung” AS dari yang saat ini berada di Irak.

“Nama asli, wajah, dan identitas personel yang terlibat dalam operasi atau kegiatan khusus biasanya dirahasiakan di zona pertempuran,” ujar Malcolm Nance, mantan spesialis intelijen Angkatan Laut AS yang berpengalaman di Irak kepada Newsweek.

Baca: Kecam Trump, Capres Perancis Sebut AS Ulangi Skenario Irak

“Mengungkap (identitas) mereka dengan seenaknya, melalui paparan media yang tidak biasa bahkan jika itu adalah panglima tertinggi, akan membuktikan booming propaganda jika salah satu personel ini ditahan oleh pemerintah yang bermusuhan atau ditangkap oleh kelompok teroris. Tidak akan ada penyangkalan mengenai siapa Anda dan apa yang Anda lakukan,” tambahnya mengomentari kecerobohan Trump.

Seorang pejabat Pentagon yang tidak mau disebutkan namanya juga mengakui, adalah  hal yang  tidak biasa memposting video yang mengungkapkan wajah pasukan operasi khusus tanpa mengaburkan atau menyensornya.

“Bahkan selama demonstrasi operasi khusus untuk delegasi kongres atau untuk presiden atau wakil presiden, wajah para personel ini ditutup atau wajah mereka dikaburkan secara digital sebelum rilis ke masyarakat umum,” kata pejabat yang tidak disebutkan namanya itu.

“Saya belum pernah melihat pasukan operasi khusus harus berpose dengan wajah mereka terlihat saat bertugas di zona perang,” ujar pejabat itu menambahkan.

Kesalahan itu membuat media sosial heboh, seperti yang diperkirakan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: