News Ticker

Analis: Pembukaan Kembali Kedubes UEA di Suriah Pengakuan Kemenangan Assad

Keith Preston Keith Preston

VIRGINIA – Seorang analis Amerika mengatakan bahwa pembukaan kembali kedutaan besar UEA di Suriah dan pengumuman AS bahwa pihaknya akan menarik pasukan dari negara itu mencerminkan kegagalan plot yang menargetkan pemerintahan Presiden Suriah Bashar Assad.

“Apa yang telah terjadi adalah bahwa selama tujuh tahun terakhir …, Uni Emirat Arab serta negara-negara Teluk [Persia] lainnya telah berupaya melemahkan dan menghancurkan pemerintahan Presiden Bashar Assad di Suriah,” kata Keith Preston kepada Press TV langsung dari Virginia pada hari Kamis (28/12).

Baca: Rusia: Suriah Utara Harus Dikembalikan ke Damaskus Pasca AS Mundur

Kementerian Informasi Suriah mengumumkan pada hari Kamis bahwa Uni Emirat Arab telah secara resmi membuka kembali kedutaannya untuk pertama kalinya sejak 2011.

UEA menutup kedutaannya setelah Suriah dilanda militansi dukungan asing pada tahun 2011. UEA bersama Arab Saudi telah lama dituduh mendanai gerilyawan yang berjuang untuk menggulingkan pemerintah Suriah.

Baca: Suriah: Jika Tanpa Dukungan AS Israel Tak Mungkin Berani Serang Kami

“Jelas, tujuan itu telah gagal”, kata Preston, menambahkan harapan mereka bahwa Washington dapat menyadari bahwa plot mereka juga telah pupus.

“Mereka berharap bahwa Amerika akan melenyapkan pemerintah Suriah, tetapi itu telah gagal,” katanya.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah memerintahkan penarikan penuh dan cepat pasukan AS dari Suriah.

Baca: HRC: 4,2 Juta Pengungsi Suriah Pulang Kampung di Tahun 2018

“Jadi, mereka mencoba strategi yang berbeda pada titik ini … mereka mundur,” kata Preston. menambahkan, “Dan alasan untuk ini pada dasarnya adalah pengakuan kekalahan oleh UEA. Mereka menyadari bahwa pemerintah Assad akan tetap berkuasa dan bahwa mereka harus berurusan dengan pemerintah khusus ini”.

Preston juga mengatakan bahwa kemenangan pemerintah Suriah kemungkinan akan mendorongnya lebih dekat ke negara-negara dan kelompok-kelompok yang telah membantunya memenangkan perang, termasuk Iran dan Hizbullah Lebanon.

“Dan saya pikir UEA juga khawatir bahwa penarikan Amerika akan memperkuat posisi Suriah dan memperkuat posisi sekutu-sekutu Suriah di kawasan itu,” jelas cendekiawan itu mencatat bahwa karenanya kini UEA mulai melunak.

Preston akhirnya mengatakan bahwa ia menduga monarki Teluk Persia lainnya akan mengikuti jejak Abu Dhabi dalam membangun kembali hubungan diplomatik dengan Damaskus. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: