NewsTicker

Reshuffle Palsu Kabinet Boneka Rezim Saudi

Raja Salman dan Putranya Raja Salman dan Putranya

MADISON – Seorang komentator politik menyebut bahwa putusan perombakan kabinet oleh keluarga kerajaan Arab Saudi adalah untuk menempatkan para pejabat yang lebih loyal kepada Putra Mahkota Mohammed bin Salman, daripada yang sebelumnya.

Raja Salman pada hari Kamis (27/12) menurunkan Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir dari jabatannya sebagai bagian dari perombakan kabinet besar-besaran yang mencakup perubahan pada pos-pos keamanan nasional utama di tengah heboh kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Baca: Raja Salman Pecat Adel Al-Jubeir Sebagai Menlu Saudi

Bin Salman dituding sebagai dalang utama pembunuhan Jamal Khashoggi pada 2 Oktober itu, setelah ia memasuki konsulat Saudi di Istanbul.

Dalam sebuah wawancara dengan Press TV pada hari Jumat (28/12), Kevin Barrett, penulis dan komentator politik, mengatakan bahwa perombakan ini adalah murni sebuah taktik.

Baca: Pangeran Talal Al-Saud Tewas Pasca Mogok Makan Protes Kebijakan Bin Salman

Menurut analis tersebut, Menteri Luar Negeri yang baru, Ibrahim “al-Assaf, adalah seseorang yang lebih dekat dengan bin Salman daripada pendahulunya dan juga apa yang disebut perombakan sebenarnya adalah sesuatu yang membuat kabinet Saudi bahkan lebih berat dengan loyalitas kepada bin Salman daripada sebelumnya”.

Baca: Warbler Saudi: Raja Salman Ampuni Pembunuh Khashoggi

Pada dasarnya menurut Barret, bin Salman yang berada di bawah kecaman di setiap levelnya, saat ini sedang membentuk sebuah perlindungan. Ia berharap bahwa dirinya akan dapat mengatasi badai setelah pembunuhan Khashoggi dengan mengumpulkan loyalis-loyalisnya paling utama. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: