News Ticker

NYT: Ada Sidik Jari AS dalam Setiap Pembantaian di Yaman

Karikatur, Pembantaian AS dan Saudi dalam Perang Yaman

WASHINGTON – Sebuah artikel di The New York Times melaporkan bahwa AS memiliki akses untuk menentukan target serangan-serangan  udara koalisi Saudi ke Yaman, menunjukkan bahwa sidik jari Amerika ada di seluruh perang udara di Yaman yang menewaskan ribuan warga sipil.

“Seorang mantan pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan bahwa Amerika Serikat memiliki akses ke catatan setiap serangan udara di Yaman sejak awal perang, termasuk jet-jet tempur  dan amunisi apa saja yang digunakan,” lapor NYT dalam sebuah artikel berjudul Penjualan Senjata kepada Saudi meninggalkan sidik jari Amerika dalam pembantaian di Yaman (Arms Sales to Saudis Leave American Fingerprints on Yemen’s Carnage), yang diterbitkan pada hari Selasa.

Baca: Israel dan Amerika Terlibat Pembantaian di Ibukota Yaman, Sana’a

Karikatur Arab Saudi dalam Perang Yaman

Karikatur Arab Saudi dalam Perang Yaman

Karikatur, Perang Yaman

Karikatur, Perang Yaman

Baca: Amerika Otak Kekacauan dan Bencana Kemanusiaan di Yaman

Amerika juga dikatakan telah memberi Saudi daftar koordinat mana saja yang tidak boleh diserang, namun hal itu diabaikan Riyadh.

“Pada saat yang sama, upaya Amerika untuk menasihati Saudi tentang cara melindungi warga sipil sering sia-sia. Saudi menutupi inisiatif yang disponsori Amerika untuk menyelidiki serangan udara yang salah dan sering mengabaikan daftar “bukan target serangan” yang banyak,” bunyi laporan dalam artikel itu.

Menurut artikel tersebut, Tom Malinowski, mantan asisten sekretaris negara, menekankan bahwa Saudi diberi “koordinat target tertentu” yang tidak boleh diserang tetapi mereka terus menyerang target tersebut.

“Itu mengejutkan saya karena mengabaikan saran yang mereka terima,” kata Malinowski sebagaimana dikutip NYT, seraya menambahkan “pada akhirnya, kami menyimpulkan bahwa mereka tidak mau mendengarkan”.

Baca: PM Yaman: Agresi Saudi Tidak Mungkin Tanpa Dukungan Amerika

Bagaimanapun, setelah semua itu, militer AS tetap saja melanjutkan dukungannya untuk serangan-serangan udara tersebut.

Menekankan bahwa dukungan AS untuk konflik Yaman saat ini begitu disorot pasca pembunuhan wartawan Saudi Jamal Khashoggi, artikel itu mencatat bahwa insiden itu “memang mengakhiri pengisian bahan bakar pesawat koalisi Amerika pada bulan November, tetapi mereka masih terus mendukung perang”.

Baca: Amerika Aktor Utama Perang Yaman

“Bulan ini, Senat memilih untuk mengakhiri bantuan militer Amerika untuk perang secara keseluruhan, sebuah teguran keras terhadap administrasi [Donald] Trump, tetapi RUU itu mati ketika DPR menolak untuk mempertimbangkannya,” ujar harian itu.

Artikel itu juga mengutip Daniel L. Byman, seorang profesor di Universitas Georgetown, yang mengatakan, “Perang ini telah menjadi bencana strategis bagi Saudi”.

Baca: Makar Amerika, Media Arab dan Barat Atas Perang Yaman

Mencatat bahwa pada kenyataannya serangan udara itu tidak dapat mengalahkan Houthi, ia menyebut  bahwa Amerika Serikat seharusnya menggunakan kekuatannya untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di Yaman, “dan mereka juga perlu melindungi sekutunya (Saudi) dari diri mereka sendiri”. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: