News Ticker

Dianggap Jadi Pion UEA, Komisaris Tinggi HAM PBB Dikecam

Putri Penguasa Abu Dhabi Putri Penguasa Abu Dhabi

JENEWA – Mantan presiden Irlandia dan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Mary Robinson, dituding sebagai “pion” Uni Emirat Arab (UEA) setelah fotonya dengan seorang putri kerajaan yang diduga dipaksa pulang pasca melarikan diri karena KDRT, diedarkan oleh Negara Teluk Persia itu untuk mengklaim bahwa sang putri kini baik-baik saja.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada hari Jum’at, Robinson membela pertemuannya dengan Sheikha Latifa, putri penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, saat kunjungan ke kota itu tepat sebelum Natal.

Baca: UEA Rilis Foto-foto Putri Abu Dhabi yang Hilang dari Publik

“Saya kecewa dengan beberapa komentar media tentang kunjungan saya dan saya ingin mengatakan bahwa saya melakukan kunjungan dan membuat penilaian, bukan penghakiman, berdasarkan kesaksian pribadi, dengan itikad baik dan dengan kemampuan terbaik saya,” kata pernyataan itu.

Robinson sebelumnya dikritik karena menggambarkan putri berusia 33 tahun itu “bermasalah” dan kini berada dalam “perhatian keluarga yang penuh kasih”.

Para pegiat hak asasi manusia menuduh mantan presiden Irlandia itu melakukan kesalahan dan menjadi pion bagi keluarga penguasa UEA dalam pertempuran hubungan masyarakat.

Robinson mengatakan kepada Radio 4 BBC pada hari Kamis bahwa Latifa adalah seorang wanita muda “rentan” dengan “situasi medis serius” di mana ia menerima perawatan psikiatris.

Baca: Saudi-UEA Danai Pelatihan Militan yang Dijalankan AS

Robinson, yang muncul dalam foto-foto beresolusi rendah tertanggal 15 Desember bersama Latifa, mengatakan putri Emirat itu “sekarang menyesali” rencananya untuk melarikan diri dari Dubai awal tahun ini.

“Latifa rentan, ia bermasalah. Ia membuat video yang sekarang ia sesali bahwa ia merencanakan pelarian, atau apa yang menjadi bagian dari rencana pelarian,” katanya. “Saya makan siang bersamanya. Dia wanita muda yang sangat disukai tetapi jelas bermasalah, jelas membutuhkan perawatan medis yang ia terima”.

Baca: Putra Mahkota Saudi dan UEA Ancam Trump Jika Ungkap Rincian Pembunuhan Khashoggi

Dalam sebuah video yang diterbitkan pada bulan Maret, putri penguasa miliarder Dubai mengumumkan bahwa ia melarikan diri dari UEA karena perlakuan buruk dan pembatasan yang diberlakukan oleh keluarganya. Ia dilaporkan meninggalkan negara Teluk Persia itu dengan kapal setelah diam-diam dipenjara selama lebih dari tiga tahun dan dibius di rumah sakit karena pembangkangannya.

“Jika Anda menonton video ini, itu bukan hal yang baik. Entah saya mati atau saya dalam situasi yang sangat, sangat, sangat buruk,” kata Latifa dalam video itu, yang diposting online setelah kepergiannya di Maret. “Mereka tidak akan membawaku kembali hidup-hidup”. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: