News Ticker

Houthi Tarik Pasukan dari Hodeidah

AD Yaman AD Yaman

SANA’A – Juru Bicara Angkatan Darat Yaman, Yahya Sarieon, pada hari Sabtu (29/12), mengatakan bahwa pihaknya telah mulai melaksanakan tahap pertama penarikan pasukan dari pelabuhan Hodeidah.

Juru bicara militer itu mengatakan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk melaksanakan kesepakatan yang diperantarai PBB dan para pemimpin politik di Swedia awal bulam ini.

Baca: Pejabat Houthi: UEA Berusaha Gagalkan Kesepakatan Damai Yaman

“Kami menunggu tim PBB mewajibkan tentara bayaran koalisi pimpinan Saudi untuk (juga) mundur dari  Hodeidah,” kata juru bicara itu sebagaimana dikutip kantor berita Yaman, Saba.

Sebuah sumber PBB mengkonfirmasi bahwa jet-jet Saudi telah melakukan serangan udara baru ke Hodeidah meskipun ada pengamat PBB yang tiba disana minggu ini.

Houthi telah setuju untuk membiarkan pengawas internasional dikerahkan di kota strategis tersebut. Di bawah kesepakatan itu, Komite Koordinasi Penempatan Kembali (RCC) yang meliputi kedua pihak yang bertikai akan mengawasi implementasinya.

Baca: Houthi Tembak Jatuh Drone Pengintai Saudi: VIDEO

Penarikan ini dimaksudkan sebagai langkah pertama dalam implementasi perjanjian, yang akan diikuti oleh kedua belah pihak untuk menarik pasukan mereka keluar dari tiga pelabuhan, yaitu Hodeidah, Salif dan Rass Issa.

Pihak-pihak itu akan mempresentasikan rencana terperinci untuk penarikan penuh kepada kepala tim lanjutan PBB yang ditugasi memantau gencatan senjata, Patrick Cammaert, pada pertemuan RCC berikutnya pada 1 Januari, kata PBB.

Baca: Mantan Dubes Prancis untuk Yaman Ungkap Rencana Busuk Saleh Jatuhkan Houthi

Masih belum jelas seberapa jauh mereka akan mundur dan siapa yang akan mengendalikan ketiga pelabuhan atau apakah kedua pihak akan berbagi kendali dengan pemantau PBB yang berada di antara kedua front.

Para pemantau PBB tidak akan berseragam atau bersenjata tetapi akan memberikan dukungan untuk manajemen dan inspeksi di pelabuhan dan memperkuat kehadiran PBB di Hodeidah.

Perjanjian tersebut adalah terobosan signifikan pertama dalam upaya perdamaian selama lima tahun terakhir, dan merupakan bagian dari langkah-langkah membangun kepercayaan yang dimaksudkan untuk membuka jalan bagi gencatan senjata yang lebih luas dan kerangka kerja untuk negosiasi politik. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: