NewsTicker

TRAGIS, Kebijakan Rasis Trump Renggut Nyawa Balita Yaman di RS California

#ForAbdullah Bayi Yaman

OAKLAND – Balita berusia dua tahun, Abdullah Hassan, yang ibu asal Yaman dilarang masuk ke AS oleh Departemen Luar Negeri AS selama berbulan-bulan untuk menjenguknya, akhirnya meninggal dunia.

Hassan meninggal pada hari Jumat karena penyakit terminal otak genetik bernama hypomyelination di UCSF Benioff Children’s Hospital di Oakland, California.

Baca: Kisah Tragis “Udai Faisal” Bayi Enam Bulan dari Yaman

Hassan yang berusia dua tahun, yang merupakan warga negara AS, dibawa ke AS untuk menjalani perawatan sekitar tiga bulan lalu oleh ayahnya, Ali Hassan, yang juga adalah warga negara AS.

Sementara Ibu Hasan, Shaima Swileh, yang adalah warga negara Yaman, dilarang mengunjungi putranya yang sakit parah itu atas dasar larangan perjalanan yang diberlakukan AS terhadap beberapa negara Muslim.

Baca: Potret Sedih Anak-anak Yaman Sekarat

Selama berbulan-bulan, Departemen Luar Negeri AS, atas dasar larangan perjalanan presiden Trump, telah menolak permintaan visa ibu yang ingin bersama anaknya saat menjalani perawatan itu.

Setelah perjuangan Swileh dengan menggugat administrasi Trump atas larangan perjalanan dan dukungan berbagai aktivis lewat media sosial agar Ibu dan anak ini bisa bertemu, Ibu Yaman ini  akhirnya diberikan izin untuk memasuki AS beberapa hari sebelum kematian Hassan.

“Hati kami hancur. Kami harus mengucapkan selamat tinggal kepada bayi kami, cahaya hidup kami”, kata sang ayah kepada wartawan.

Baca: VIRAL! Surat Sedih dari Yaman, Zainab Anakku Sayang

Larangan perjalanan Trump menargetkan orang-orang dari enam negara mayoritas Muslim, yaitu, Iran, Libya, Suriah, Yaman, Somalia dan Chad.

Selain negara-negara Muslim, Korea Utara dan Venezuela juga menjadi target pelarangan presiden.

Selama pemilihan presiden 2016, Trump berkampanye untuk “penutupan total dan lengkap” Muslim memasuki AS. Saat ini Trump mengancam akan menutup perbatasan dengan Meksiko. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: