NewsTicker

Intelijen Iran Bantah Klaim “Delusi” Netanyahu soal Mata-mata Israel

Bendera Iran, Saudi, Israel Bendera Iran, Saudi, Israel

TEHERAN – Seorang pejabat Kementerian Intelijen Iran mencemooh kisah perdana menteri Israel yang menyebut bahwa agen rezimnya secara rutin mengunjungi Iran untuk memata-matai kegiatan nuklir, mengatakan Benjamin Netanyahu berada di bawah tekanan berat setelah pernyataan bahwa seorang menteri Israel ternyata bekerja sebagai mata-mata untuk Iran.

Baca: Militer Lebanon Lumpuhkan Perangkat Mata-mata Israel di Provinsi Selatan

Dalam komentar pada hari Kamis (20/12), direktur jenderal untuk kontra-spionase di Kementerian Intelijen Iran menolak cerita Netanyahu bahwa direktur keamanan Israel secara rutin mengunjungi Iran karena memata-matai program nuklirnya.

“Netanyahu memiliki hak untuk menciptakan cerita-cerita seperti itu, karena ia berada di bawah tekanan internal dan asing setelah terungkap bahwa menteri Israel menjadi mata-mata untuk Republik Islam Iran dan infiltrasi organisasi intelijen Iran ke dalam intelijen rezim Zionis,” tambah pejabat Iran tersebut.

Baca: Terbukti Jadi Mata-mata Israel, Aktor Terkenal Lebanon Ditangkap

Netanyahu baru-baru ini memerintahkan Shabak (agen keamanan Israel) untuk memeriksa semua pejabat politik, parlementer dan intelijen atas kemungkinan kontak dengan dinas intelijen Iran, kata pejabat Kementerian Intelijen Iran, menambahkan bahwa itu mengungkap realitas yang tidak membutuhkan penjelasan.

Sebelumnya Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Minggu bahwa mata-mata Israel telah bekerja “di seluruh dunia dalam hal program nuklir Iran,” menambahkan, “Kami juga berkunjung ke sana secara berkala”.

Baca: Dituduh Mata-mata Iran, Mantan Menteri Energi Israel Ditangkap

Pada bulan Juni, Israel menangkap mantan menteri energi Gonen Segev atas tuduhan memata-matai untuk Iran, memberikan informasi kepada Republik Islam itu tentang sektor energi, situs keamanan dan identitas pejabat di perusahaan keamanan dan politik rezim tersebut, dan beberapa hal lainnya.

Penyidik Israel menemukan bahwa Segev telah melakukan kontak dengan pejabat di Kedutaan Besar Iran di Nigeria pada tahun 2012. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: