Aktivis HAM Najeeb Razak Divonis 5 Tahun Penjara oleh Pengadilan Bahrain

MANAMA –  Pengadilan tinggi Bahrain mengukuhkan hukuman penjara lima tahun terhadap aktivis hak asasi manusia terkemuka Nabeel Rajab meskipun ada permintaan dari kelompok-kelompok HAM untuk membebaskannya.

Pada 21 Februari, sebuah pengadilan di Bahrain menjatuhkan hukuman penjara lima tahun kepada aktivis hak asasi manusia yang terpandang yang dianggap kritis terhadap rezim Manama serta perang mematikan koalisi pimpinan Saudi terhadap Yaman.

“Pengadilan Kasasi menolak banding dan menguatkan hukuman lima tahun penjara terhadap Nabeel Rajab karena cuitan-cuitannya (di twitter),” ujar pengacaranya Mohamed Al Jishi, pada hari Senin (31/12) sebagaimana dikutip Reuters.

BacaBahrain Segera Susul UEA Buka Kembali Kedubes di Suriah.

Putusan itu final dan tidak dapat diajukan banding.

Menurut dokumen pengadilan, Rajab dinyatakan bersalah karena “menyebarkan berita palsu dan desas-desus pada saat perang”, “menghina negara-negara asing “dan” menghina kementerian dalam negeri” di depan umum dalam komentar yang diposting di Twitter.

Baca: Menlu Bahrain: Suriah Pemain Kunci Politik di Timur Tengah

Kelompok-kelompok hak asasi internasional mengecam keputusan itu dan menyerukan pembebasan juru kampanye pro-demokrasi, yang sudah menjalani hukuman penjara dua tahun atas sebuah wawancara berita di mana ia mengatakan bahwa rezim Bahrain telah menyiksa para tahanan politik.

Ribuan pengunjuk rasa anti-rezim telah mengadakan demonstrasi di Bahrain hampir setiap hari sejak pemberontakan rakyat dimulai di kerajaan pada pertengahan Februari 2011. Mereka menuntut dinasti Al Khalifah melepaskan kekuasaan dan memungkinkan didirikannya sistem yang adil yang mewakili semua warga Bahrain. (ARN)

About Arrahmahnews 26671 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.