News Ticker

Saudi Rekrut Anak-anak Sudan Sebagai Tumbal dalam Perang Yaman

KHARTOUM – Koalisi pimpinan Saudi di Yaman telah merekrut tentara anak-anak Sudan dari wilayah Darfur yang dilanda perang untuk bertugas di garis depan medan pertempuran Yaman.

Menurut sebuah laporan baru dari The New York Times pada Senin (31/12), jumlah tentara anak berusia sekitar  14 tahun itu bahkan mencapai 40 persen dari jumlah keseluruhan tentara di beberapa unit.

Laporan mengejutkan itu  menyebut bahwa tentara Sudan yang telah kembali dari Yaman menunjukkan hingga 14.000 warga Sudan telah berperang untuk koalisi pimpinan Saudi. Sebagian besar mereka berasal dari Darfur, sebuah wilayah yang masih terperosok dalam kekacauan setelah perang berdarah berkepanjangan yang menyebabkan 300.000 orang tewas dan 1,2 juta orang mengungsi dari rumah mereka, dan banyak dari mereka adalah anak-anak.

Baca: Kematian Balita Yaman di AS, Dunia Kembali Kecam Kebijakan Rasis Trump

Begitu sedikitnya peluang (mendapat pekerjaan) di Darfur yang dilanda perang membuat keluarga-keluarga disana bahkan menyuap para petugas milisi untuk membawa anak-anak mereka berperang di Yaman. The Times mewawancarai lima tentara yang kembali dari Yaman dimana mereka  mengkonfirmasi bahwa anak-anak berusia sekitar 14 tahun terdiri dari setidaknya seperlima dari unit mereka. Dua tentara mengatakan proporsinya mendekati 40 persen.

Menurut tentara yang berjuang untuk koalisi, para tentara bayaran Sudan benar-benar seperti makanan ternak meriam, mereka diarahkan dari jauh melalui headset radio dan GPS oleh komandan Saudi dan Emirat yang lebih suka menjaga jarak aman dari garis depan medan tempur.

Baca: Kualat Yaman, Sudan Diguncang Kerusuhan Besar

“Mereka memperlakukan orang-orang Sudan seperti kayu bakar mereka,” kata veteran perang Ahmed, yang tidak mengizinkan nama lengkapnya dimuat karena takut akan pembalasan pemerintah.

Koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi di Yaman diketahui memenuhi unit mereka dengan tentara bayaran, termasuk para mantan tentara AS yang menimbulkan kontroversi itu. Tetapi menyewa tentara Amerika tidak murah, dan Saudi lebih memilih untuk merekrut veteran muda dari konflik Darfur untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan.

Baca: Saudi Datangkan Angkatan Darat Sudan ke Hodeidah, Yaman

Banyak dari mereka adalah veteran milisi suku Janjaweed yang kebrutalannya memicu kemarahan internasional selama konflik Darfur, di mana mereka bertanggung jawab atas kejahatan perang termasuk pemerkosaan sistematis, pembunuhan warga sipil, dan genosida. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: