News Ticker

Namai Alun-alun Ibukota Peru dengan Nama Palestina, Israel Kecam Peru

Palestina #FreePalestine

LIMA – Pihak berwenang Peru menamai sebuah alun-alun di sebuah distrik kelas atas di ibukota Lima dengan Palestina, sebuah langkah yang memicu reaksi keras dari duta besar Israel untuk negara Amerika Selatan tersebut.

Pada hari Senin, para pejabat Peru meresmikan lapangan di distrik San Borja dalam sebuah upacara yang dipandu oleh Walikota Marco Antonio Alvarez Vargas. Duta Besar Israel untuk Peru, Asaf Ichilevich, mengecam langkah itu dalam postingan yang diterbitkan di halaman Facebook-nya.

Baca: Bank Terbesar ke-7 Dunia Gabung Gerakan Boikot Israel

“Saya menulis kalimat-kalimat ini untuk menyatakan keterkejutan saya karena mengetahui peresmian Plaza Palestina di San Borja, tepat pada hari ketika walikota distrik itu berakhir,” tulisnya.

Ichilevich menambahkan, “Kami dengan ini mengajukan keberatan kami terhadap keberadaan lapangan di distrik kami, yang akan berfungsi sebagai platform untuk tindakan dukungan di masa depan bagi … perjuangan Palestina”.

Kedutaan Besar Palestina di Peru, sebaliknya, secara bulat menolak komentar duta besar Israel.

Baca: Zarif: Iran Akan Terus Dukung Palestina Hingga Raih Kemenangan Penuh

“Kami menyesal bahwa kedutaan Israel bermaksud untuk mempengaruhi koeksistensi damai komunitas kami dengan memicu kebencian melalui pernyataan fitnah tersebut. Kami ingin memberi tahu anggota masyarakat bahwa ada sebuah taman bernama Ramat Gan Israel di San Borja, dan masyarakat Palestina tidak pernah berusaha merusaknya. Sebaliknya, kami menghormati otonomi lembaga Peru dan keragaman komunitas dan budaya yang hidup berdampingan secara damai di negara ini”, demikian bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh misi diplomatik.

Pernyataan itu menambahkan bahwa para diplomat Palestina akan mengajukan protes resmi terhadap pernyataan Ichilevich dengan Kementerian Luar Negeri Peru, dan akan meminta kementerian untuk mengambil langkah-langkah yang tepat dalam hal ini.

Baca: Zarif: Dukungan untuk Palestina adalah Prinsip Kebijakan Iran

Pada 25 Januari 2011, Peru mengakui negara Palestina yang “bebas dan berdaulat”, bergabung dengan gelombang negara-negara Amerika Latin.

“Hari ini pemerintah berkomunikasi dengan duta besar Palestina di Lima yang mengakui negara Palestina itu sebagai negara yang bebas dan berdaulat,” kata mantan Menteri Luar Negeri Peru Jose Antonio Belaunde saat itu.

Brasil memimpin gerakan untuk mengakui Palestina pada akhir 2010, dan kemudian bergabung dengan Argentina, Bolivia, Chili, Ekuador, Guyana, dan Uruguay. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: