News Ticker

Dewan Hodeidah Tuntut PBB Atas Gagalnya Gencatan Senjata

Perang Yaman Dewan Lokal Hodeidah

HODEIDAH – Anggota Dewan Daerah di Hodeidah, pada hari Rabu (02/12), mengadakan pertemuan untuk membahas perkembangan terakhir dan mengevaluasi alasan penundaan pelaksanaan perjanjian Swedia oleh pihak lain.

Anggota Dewan menyesalkan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak mematuhi mekanisme lama untuk pelaksanaan perjanjian spesifik Swedia dalam dua fase, menekankan bahwa fase pertama 14 hari dan kedua adalah 13 hari setelah gencatan senjata mulai berlaku.

Baca: Houthi Tarik Pasukan dari Hodeidah

Menurut laporan Al-Masirah, Dewan menegaskan bahwa aliansi agresi belum melakukan penarikan pasukan dari pelabuhan Hodeidah, sebagaimana mekanisme kesepakatan. Sementara itu Dewan menyambut baik penarikan pasukan oleh Angkatan Darat dan Komite Populer (Houthi), yang merupakan langkah pertama dalam mengimplementasikan perjanjian Swedia.

Mereka juga menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menekan pihak lain mengambil langkah serupa sesuai dengan mekanisme perjanjian tersebut, menuntut Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa dan utusan internasional untuk campur tangan secara mendesak untuk memanfaatkan sisa waktu perjanjian.

Baca: Pejabat Houthi: UEA Berusaha Gagalkan Kesepakatan Damai Yaman

“Hanya ada tujuh hari tersisa untuk perjanjian, dan PBB harus bertanggung jawab karena tidak mengimplementasikannya,” kata mereka, menjelaskan bahwa PBB bertanggung jawab sebagai mediator dan penjamin, atas tidak dilaksanakannya perjanjian ini (oleh pihak lain).

Baca: Mantan Dubes Prancis untuk Yaman Ungkap Rencana Busuk Saleh Jatuhkan Houthi

Mereka meminta Ketua Komisi Pengamat Internasional guna melaksanakan tanggung jawab untuk pelaksanaan gencatan senjata dan penarikan pasukan. Menuntut Ketua Komisi Pengamat untuk mengimplementasikan Perjanjian Swedia dan resolusi Dewan Keamanan 2451 dan tidak disibukkan dengan apa pun selain Perjanjian dan resolusi Dewan Keamanan. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: